Tanijoy, Meningkatkan Kualitas Hidup Petani

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 03 Nov 2017, 12:36 WIB BIG CIRCLE
Tanijoy, Meningkatkan Kualitas Hidup Petani

MI/ADAM DWI

BAHASAN kita berikutnya ialah Tanijoy, perusahaan sosial yang bertujuan memberdayakan penduduk desa menganggur dan miskin untuk menjadi petani mandiri. Tanijoy membuat praktik pertanian berkelanjutan serta bagaimana memasarkan produk terutama kopi dengan konsep agroforestry.

Tanijoy didirikan Muhamad Nanda Putra dan Kukuh Budi Santoso pada Februari 2017. Awalnya, mereka melihat ada tiga permasalahan utama, yakni lulusan pertanian sulit mendapatkan pekerjaan, ingin mengabdikan diri kepada petani kecil yang ada di daerah dengan meningkatkan kualitas hidup mereka dari sektor pertanian, dan memproyeksikan bahwa sektor pertanian menjadi bidang yang sangat penting bagi Indonesia.

Misi sosial yang mereka tawarkan ialah ramah lingkungan karena menggunakan konsep agroforestry dan zero waste management. Tanijoy juga memberdayakan masyarakat desa untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Selebihnya, terkait dengan hasil usaha. Sayuran yang dihasilkan akan didistribusikan maksimal 24 jam dari panen dan dijamin pembeli langsung mendapatkan dari tangan pertama.

Mereka juga berinovasi dengan cara menggunakan teknologi yang mampu mencatat setiap kegiatan petani hingga penjualan. Sebagai developer, mereka juga menggunakan website sebagai platform bagi petani untuk menjual produknya.

Kemudian sebagai konektor, mereka menyinergikan petani dan menghubungkan langsung kepada konsumen akhir ataupun retailer. Tanijoy berupaya memotong rantai pasok produk pertanian yang selama ini terlalu panjang.

Yang terakhir sebagai provider, tidak hanya memberdayakan petani, tetapi juga memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, pelatihan, dan pendampingan. (Eno/H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More