Sri Redjeki Tutup Usia

Penulis: Arga Sumantri Pada: Kamis, 02 Nov 2017, 16:26 WIB Humaniora
Sri Redjeki Tutup Usia

FOTO ANTARA/Str-Heru Dwi S

MANTAN Menteri Pemberdayaan Perempuan era Kabinet Gotong Royong, Sri Redjeki Sumaryoto meninggal di RS Pelni, Jakarta, Kamis (2/11) pagi tadi. Politisi Golkar itu mengembuskan nafas terakhirnya di usai 67 tahun.

Sebelum dikebumikan di Solo, jenazah Sri Redjeki disemayamkan sekaligus disalatkan di Kantor DPP Golkar, Jakarta. Sejumlah tokoh senior Golkar terlihat hadir untuk memberi penghormatan terakhir, antara lain BJ Habibie.

Sebagi Ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar, BJ Habibie mengatakan, Sri Redjeki merupakan sosok yang berjasa dalam gerakan wanita. Sri Redjeki disebut kerap memperjuangkan permasalahan gender selama menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan.

"Beliau berjasa untuk gerakan wanita untuk masyarakat. Dia memperjuangkan agar tidak ada masalah gender di bumi ini," ujar Habibie di Kantor DPP Golkar, Kamis (2/11).

Puluhan karangan bunga dari kerabat hingga kolega Sri juga menghiasi halaman Kantor DPP Golkar. Selain Habibie, tampak hadir pula Abu Rizal Bakrie, Agung Laksono, Idrus Marham, hingga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yohanna Yambise.

Sementara, Ketum Golkar Setya Novanto, terlihat tidak hadir. Novanto disebut tengah berada di Yogyakarta untuk melaksanakan kunjungan kerja Ketua DPR.

Informasi yang dihimpun, Sri Redjeki juga pernah menjabat sebagai anggota DPR periode 2001-2004 dan menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar. Ia juga menjadi menteri yang turut meneken lahirnya UU Pengahapusan KDRT dan UU Perlindungan Anak.(MTVN/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More