Ketersediaan Fasilitas Isi Ulang e-Money di Gardu Tol Masih Jadi Masalah

Penulis: Arga Sumantri Pada: Senin, 30 Okt 2017, 18:33 WIB Ekonomi
Ketersediaan Fasilitas Isi Ulang e-Money di Gardu Tol Masih Jadi Masalah

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

KETERSEDIAAN tempat pengisian saldo e-Toll, jadi salah satu masalah yang mesti dopecahkan jelang penerapan 100% sistem transaksi nontunai di Jalan Tol. Sebab, tidak semua gerbang tol menyediakan fasilitas isi ulang.

VP Operation Management Layanan Jasa Marga Raddy R Lukman mengakui kendala itu. Namun, ia mengklaim, ruas tol yang dikelola Jasa Marga sudah menyediakan fasilitas isi ulang saldo di gerbang tol.

"Hanya memang tidak melayani tunai, tapi nontunai," kata Raddy dala diskusi di Galeri Nasional, Senin (30/10).

Makanya, Raddy sangat tidak menyarankan pengguna mengisi ulang saldo di gardu tol. Selain masih terbatas, transaksi isi ulang bisa membuat macet antrean kendaraan di gardu tol.

Sementara ini, pengguna disarankan mengisi ulang di luar gardu tol. Misal, di rest area dengan menggunakan ATM, atau merchant yang sudah bekerja sama dengan pihak perbankan.

"Isi ulang di gardu, dalam kondisi darurat saja."

Bank Mandiri, sebagai salah satu bank yang menyediakan fasilitas e-toll mengakui pengadaan alat isi saldo di gardu tol masih terbatas.

VP Digital Banking & Financial Inclusion Bank Mandiri, Nandan Sanjaya menyebut sampai hari ini pihaknya baru menyediakan 50 alat isi ulang yang tersebar di sebagian ruas tol.

"Terbatas memang, baru 50 unit. Karena biayanya service-nya mahal," ucap Nandan.

Sementara ini, fasilitas isi ulang secara tunai, baru bisa dilakukan di gerbang tol Bekasi Barat 1 dan Pondok Gede atau Jatibening.

Grbang tol lainnya seperti di wilayah tol Jakarta-Cikampek, isi ulang hanya bisa dilakukan secara debit. Antara lain, di gerbang tol Tambun, Bekasi Timur, dan Cikunir. (MTVN/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More