Bela Diri yang Rendah Hati

Penulis: M-3/Fario Untung Tanu Pada: Minggu, 29 Okt 2017, 05:31 WIB Gaya Urban
Bela Diri yang Rendah Hati

MI/Arya Manggala

LAYAKNYA adegan-adegan bela diri yang terkenal dari aktor Holywood, Steven Seagel, begitulah sekilas pemandangan di Satori Dojo, Jakarta Selatan. Pada Selasa (24/10), di tempat itu gerakan mengunci tangan lawan dan kemudian membanting tubuhnya berulang kali dilakukan.

Tidak mengherankan jika Satori Dojo merupakan tempat latihan bela diri aikido. Bela diri asal Jepang itu dikenal banyak menggunakan jurus tangan.

"Penting bagi seorang aikido-ka untuk pintar membaca gerakan lawan supaya cepat mengambil keputusan ketika mau mengunci dan membanting lawan. Karena ketika dalam kondisi nyata, serangan akan terjadi sangat cepat," jelas Rudi Gunadi, sensei (guru) aikido di Satori Dojo, kepada Media Indonesia. Aikido-ka merupakan sebutan untuk pelaku aikido.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelum menyelami lebih dalam latihan inti, peserta harus melakukan pemanasan (taiso). Dalam sesi ini sesungguhnya teknik-teknik bela diri sudah diperkenalkan, tapi lebih banyak dipadukan dengan peregangan otot.

Tidak hanya mengawali dengan pemanasan, para peserta sedikit banyak harus mengenal budaya Jepang. Dalam ilmu bela diri aikido, budaya Jepang itu juga diwujudkan dengan sikap hormat, termasuk pada lawan.

Antimundur

Selama sesi latihan itu juga terlihat bahwa para aikido-ka terus didorong untuk berani menghadapi serangan. Gerakan mereka pun tidak boleh mundur.

Nyatanya, jelas Rudi, gerakan antimundur itu memang salah satu keunikan aikido. "Aikido mempunyai keunikan yang tidak dimiliki bela diri lain, yaitu sistem pergerakan yang hampir tidak pernah mundur dalam mengatasi serangan lawan. Gerakannya lebih cenderung melingkar dan ke samping ketimbang lurus ke depan atau mundur," kata pria 45 tahun ini.

Meski pantang mundur, aikido bukan berarti membabi buta menyerang lawan. Malah, seorang aikido-ka juga harus bisa menguasai emosi, mengontrol energi, dan sikap rendah hati. "Karena teknik utama aikido menitikberatkan pada kontrol energi dan emosi," tambah Rudi.

Prinsip-prinsip itu pun yang dirasakan sangat bermanfaat pada aikido-ka. Bukan hanya saat melakukan bela diri, nilai-nilai itu terbawa ke kehidupan sehari-hari.

"Meski ini merupakan olahraga bela diri, sikap kerendahan hati dan hormat sangat dijunjung tinggi sehingga tanpa disadari nilai-nilai itu tertanam pada diri saya," kata Harry Gunawan, salah satu aikido-ka.

Selain itu, Harry yang sudah 14 tahun menekuni aikido menilai sesungguhnya bela diri tersebut juga lebih banyak bertahan ketimbang lebih dulu menyerang. Hal itu yang dirasakannya sebagai refleksi dari paduan prinsip keberanian dan kerendahan hati. Maka dalam aikido, keberanian menghadapi lawan bukan lantas berwujud serangan yang penuh emosi.

Ruangan sempit

Pada umumnya bela diri aikido tidak menggunakan tendangan kaki, tapi dalam kondisi tertentu teknik tendangan kaki digunakan dalam pertarungan.

"Karena itu, bela diri aikido sangat cocok untuk digunakan dalam pertarungan ruang sempit ataupun melawan beberapa penyerang sekaligus," ujar Harry.

Sementara itu, sensei Rudi juga mengatakan bahwa latihan aikido sangatlah bagus untuk meningkatkan kebugaran dan kekuatan fisik. Meski gerakannya terlihat santai dan lambat, kedua hal itu sangatlah diperlukan untuk seorang aikido-ka.

"Jangan diragukan lagi bahwa kekuatan fisik sangat diperlukan dalam aikido. Karena setiap latih tanding, pasti ada bantingan ke lantai," ujar Rudi.

Apalagi ketika bertanding, setiap aikido-ka akan lebih sering bertarung dalam jarak yang cukup dekat. Dalam petarungan dipastikan bahwa pukulan, kuncian, dan bantingan akan terus terjadi.

"Karena kalau latihan, jika setiap aikido-ka sudah berhasil mengunci, lawan tidak boleh menahan kuncian dan harus segera membanting diri supaya tidak terjadi cedera," pungkas Rudi.

Nama: Aikido Satori Dojo

Lokasi: Gedung Aula Serbaguna Kompleks Garuda, Bukit Duri

Waktu Latihan: Selasa dan Jumat, pukul 19.30-21.30 WIB

Biaya: Rp100.000 per bulan, Rp150.000 untuk pendaftaran

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More