Puncak Macet, Pemprov Minta Maaf

Penulis: DD/Nic/Aya/J-4 Pada: Senin, 23 Okt 2017, 07:20 WIB Megapolitan
Puncak Macet, Pemprov Minta Maaf

Ribuan kendaraan memadati jalur puncak Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. -- ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

PEMPROV DKI Jakarta meminta maaf atas kemacetan panjang di kawasan Puncak, Bogor, saat digelarnya acara Tea Walk dalam rangka meningkatkan soliditas dan solidaritas Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Sabtu (21/10).

Acara yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno itu berbuntut berbagai keluhan para pengguna jalan yang kemudian viral di media sosial.

“Kemacetan terjadi melebar hingga Simpang Gadog atau kurang lebih 10 kilometer. Dari Gadog hingga entrance Bogor,” kata Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama kepada Media Indonesia.

Acara yang digelar di kawasan agrowisata Gunung Mas, Puncak, pukul 06.00 hingga sekitar pukul 11.00 WIB tersebut diikuti sekitar 8.000 orang. Menurutnya, jumlah kendaraan para peserta yang hadir di luar prediksi panitia acara.

“Saya atas nama panitia Soliditas dan Solidaritas Korpri Provinsi DKI Jakarta mohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan para pengguna jalur Puncak dan sebaliknya atas kepadatan jalur tersebut,” Sekretaris Dewan Korpri DKI Jakarta Didih Hartaya.

Untuk mengatasi kema­cetan, Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur (one way) sejak pukul 07.30. Dia mengaku pihak Anies sempat minta dibukakan jalur.

“Iya ada, ajudan atau dari pemprov menelepon saya satu kali. Saat itu minta jalur dibuka. Namun, karena kondisi macet parah dan tidak memungkinkan, saya jawab tidak bisa, saya tolak,” kata Hasby.

Polisi pun menyarankan pihak Anies menggunakan jalur alternatif. Kabar tentang rombongan gubernur menerobos sistem one way sempat viral. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membantahnya.

“Seratus persen tidak benar. Ini dunia post-truth dan post-fact saat hoaks dan fake news mendominasi. Tidak satu mobil pun dari rombongan diti­lang. Saya langsung klarifikasi sama Pak A­nies, diarahkan menggunakan jalur alternatif. Saya sendiri terjebak macet,” ujar Sandi di Masjid Istiqlal, kemarin. (DD/Nic/Aya/J-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More