Menangkap Indahnya Cahaya

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Minggu, 22 Okt 2017, 03:01 WIB Pesona
Menangkap Indahnya Cahaya

MI/TAUFAN

SEPERTI dewi sekaligus ratu festival musik, begitulah tampilan dari salah satu karya Sapto Djpojokartiko di acara Lakme Trend Gala, Rabu (18/10) di Jakarta.

Karya itu berwujud gaun dua lapis dengan lapisan luar berupa terusan renda putih dengan bagian dada bersiluet layaknya kipas. Pada bagian dalamnya ada gaun terusan tanpa lengan berwarna oranye menyala. Pada karya lainnya, Sapto menampilkan kesan mewah lewat gaun berwarna emas dengan siluet rok lipit lebar. Penggunaan bahan serupa velvet yang lembut dan jatuh menghasilkan efek yang dramatis. Saat model berjalan, rok tersebut seperti sungai emas yang bergolak. Biasan cahaya lampu pada gaun juga membuat pemakainya makin bersinar.

Meski begitu, elemen kantung di kedua sisi gaun membuat tampilan total busana itu tetap rileks dan ringan, apalagi jika dikenakan dengan sandal atau sepatu datar.

Gaun Sapto itu pun menjadi terjemahan yang pas akan tema illuminance (pencahayaan) yang diusung Lakme. Perusahaan kosmetik asal India tersebut menampilkan tata rias dengan paduan warna-warna glossy dan nude sehingga menghasilkan kesan yang cantik tapi tetap ringan.

"Illuminance make up mengedepankan complexion (corak kulit) yang fresh dan dewy (terkesan basah) untuk wajah terlihat muda," jelas Creative Director Lakme, Donald Simrock.

Sapto menjelaskan penggunaan bahan transparan dan permainan warna sebagai adaptasi tren tata rias tersebut. Di sisi lain, karakter desain Sapto juga kuat terpancar. Yakni garis rancang yang feminin tapi tetap edgy dan seksi. Serta permainan detail yang dibentuk baik dengan bordir hingga aplikasi renda.

Selain Sapto, Lakme menggandeng tiga desainer papan atas lainnya, yakni Toton Januar, Auguste Soesatro, dan Mel Ahyar.

Auguste dengan label Kraton miliknya menghadirkan busana-busana anggun yang berpotongan tegas. Sesuai dengan karakter desainnya pula, palet warna minimalis dan redup, seperti hitam, nude dan abu-abu.

Contohnya gaun selutut dengan rok lebar yang dipadukan dengan cropped blazer dengan lengan bervolume. Permainan garis dan teknik panel pada busana-busana itu makin menonjolkan kualitas teknik pola dan jahitan yang memang terkenal pada Auguste.

Desainer yang lama berkarya di New York ini mengaku terinspirasi dari arsitektur.

Fantasi

Koleksi Mel Ahyar yang tampil sebagai penutup peragaan menghadirkan berbagai permainan ilusi. Di antaranya blazer ala kimono dan gaun yang dengan aplikasi yang mirip seperti hujan di ujung daun. Ada pula gaun-gaun panjang yang seolah terbelah dan berlubang. Contohnya gaun hitam dengan detail merah di bagian tengahnya. Aplikasi kain pada bagian tengah itu memberi seperti sesuatu yang membuncah dari dalam gaun.

Sementara gaun bersiluet ballgown memiliki beberapa lubang yang kemudian dari dalamnya terdapat tumbuhan-tumbuhan fantasi. Mel menjelasnya karya bertajuk 'Metaphor' itu memang terinspirasi dunia fantasi botanikal.

Kesan fantasi itu diperkuat dengan permainan bordir, print, kristal, dan efek glow in the dark. Mel juga banyak menggunakan siluet A-line, potongan mermaid, dan artikel busana berupa luaran dalam ukuran ekstra. Desainer yang juga menjadi favorit selebritas, termasuk Andien, ini sekali lagi membuktikan kepiawaian dalam detail dan teknik potong.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More