Saltik Dkk di Kemajuan Zaman

Penulis: Henry Bachtiar, Staf Bahasa Media Indonesia Pada: Sabtu, 21 Okt 2017, 23:31 WIB BIDASAN BAHASA
Saltik Dkk di Kemajuan Zaman

MI/Ramdani

Kemajuan teknologi tak bisa dihindari. Teknologi menawarkan hal-hal baru dalam bidang transportasi, komputerisasi, dan lain sebagainya. Terkadang hal-hal baru itu membawa perubahan, yang mau tak mau, mesti diikuti bila kita tidak ingin tertinggal.

Demikian pula yang terjadi dalam hal kebahasaan. Istilah-istilah asing mulai bermunculan seiring dengan kemajuan zaman dan pemanfaatan teknologi yang semakin masif. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pun mengikuti perkembangan tersebut dengan menyediakan padanan-padanan kata untuk istilah-istilah asing itu dalam entri mereka. Padanan-padanan kata itu sebagian dibentuk melalui penyerapan, penerjemahan, dan pengkreasian. Berikut beberapa kosakata tersebut.

Pertama, warganet. Kosakata itu dipakai sebagai padanan dari istilah asing netizen. Dalam KBBI, kosakata itu merupakan akronim dari 'warga internet' atau orang yang aktif menggunakan internet.

Kedua, daring. Kosakata itu menggantikan istilah online. Kosakata itu merupakan akronim 'dalam jaringan', terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya.

Ketiga, luring. Sama halnya dengan daring, kosakata itu merupakan akronim dari 'luar jaringan'; terputus dari jejaring komputer. Itu dipakai untuk menggantikan istilah asing offline.

Keempat, tagar. Kosakata itu merupakan akronim dari 'tanda pagar', digunakan sebagai tanda untuk merujuk pada topik sebuah kiriman status dalam media jejaring sosial. Itu dipakai untuk menggantikan istilah asing hashtag.

Kelima, pratayang dan pratinjau. Kedua kosakata itu dipakai untuk menggantikan istilah asing preview. Pratayang diartikan tinjauan pendahuluan atau penayangan sesuatu, terutama film, drama, dan sebagainya kepada orang-orang tertentu sebelum masyarakat umum menontonnya. Demikian pula dengan pratinjau. Kedua kosakata itu merupakan sinonim.

Keenam, narahubung. Kosakata itu menggantikan istilah asing contact person. KBBI mengartikannya orang yang bertugas sebagai penghubung dan penyedia informasi untuk pihak luar, biasanya dalam kegiatan seminar, konferensi, dan sebagainya.

Ketujuh, gadget dan gawai. Kedua kosakata itu menggantikan istilah asing gadget. Kosakata gadget diserap tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal. Menurut KBBI, gadget berarti peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis; gawai. Demikian pula dengan gawai. Kedua kosakata itu juga merupakan sinonim.

Kedelapan, swafoto. Kosakata itu menggantikan istilah asing selfie. KBBI mengartikannya potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera ponsel atau digital, biasanya untuk diunggah ke media sosial.

Kesembilan, tetikus. Kosakata itu menggantikan istilah asing mouse. Artinya, peranti periferal pada komputer yang menyerupai tikus, gunanya, antara lain, untuk mengendalikan kursor.

Ke-10, pranala dan hipertaut. Kedua kosakata itu menggantikan istilah asing link dan hyperlink. KBBI mengartikan keduanya hubungan antara elemen kata, simbol, gambar, dan sebagainya dalam dokumen hiperteks dengan dokumen hiperteks yang sama atau berbeda.

Ke-11, peladen. Kosakata itu menggantikan istilah asing server. Dalam entri KBBI, kosakata itu diartikan komputer dalam jejaring yang berfungsi sebagai penyedia layanan ke komputer lain.

Ke-12, blog. Penyerapan istilah asing itu tanpa melalui penyesuaian ejaan dan lafal. KBBI mengartikannya catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa saja.

Ke-13, vlog. Sama halnya dengan blog, penyerapan istilah asing itu tanpa melalui penyesuaian ejaan dan lafal. KBBI mengartikannya blog yang isinya berupa video.

Ke-14, meme. Kosakata itu diserap tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal, yang diartikan cuplikan gambar dari acara televisi, film, dan sebagainya atau gambar buatan sendiri yang dimodifikasi dengan menambahkan kata-kata lucu.

Ke-15, saltik. Kosakata itu merupakan akronim dari 'salah tik', dipakai untuk menggantikan istilah asing typho.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More