Pesan Singkat Berbuah Keluhan Panjang

Penulis: Sri Utami Pada: Sabtu, 21 Okt 2017, 21:45 WIB Features
Pesan Singkat Berbuah Keluhan Panjang

MI/Adam Dwi

TRIASTINI, 48, tidak pernah menyesali pesan singkat yang diterimanya Kamis (19/10) malam itu. Warga Banyumas yang sedang berlibur di tempat saudaranya di Bekasi, Jawa Barat ini seakan menerima durian runtuh saat tahu Kemendagri membuka layanan pencetakan KTP gratis selama lima hari.

Tri tidak menimbang lagi jarak yang harus ditempuhnya dari Bekasi ke Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Baginya, mendapatkan kartu identitas sebagai warga negara itu sangatlah mewah.

"Saya mendapat pesan itu Kamis (19/10), sedangkan waktunya hanya lima hari dari Rabu (18/10). Ya saya tidak menunda lagi. Jumat subuh saya sudah berangkat, antreannya panjang sekali," ujarnya

Perkara ramai dan antrean panjang ternyata sudah diperhitungkan Tri. Sehingga ibu rumah tangga ini tidak lagi terkejut. Namun yang membuatnya kaget, kartu yang dijanjikan secepat kilat jadi dan bisa dia terima, ternyata tidak benar.

Tri harus menunggu sepuluh jam. Itu pun hanya untuk mendapat nomor antrean, usai berdesak-desakan untuk menyerahkan dokumen pribadi berupa surat keterangan dan kartu keluarga.

"Saya sudah dua hari ke sini. Jadi kartunya itu tidak langsung jadi saya harus diminta datang lagi besoknya ya hari ini," cetusnya

Sabtu (21/10) pukul 06.00 Wib Tri sudah tiba di pelataran Keong Emas TMII. Tapi hingga pukul 17.00 Wib, selembar kartu bertuliskan namanya tidak kunjung muncul. Tri yang sudah tidak muda lagi ini harus menyimak setiap nama yang disampaikan oleh petugas melalui pengeras suara.

"Saya sudah dua tahun lebih cuma punya surat keterangan saja KTP-nya belum ada. Dan sekarang saya capek untuk menunggu hak saya," tegasnya

Berbeda dengan Tri, warga Bekasi Ujang tidak kuasa menahan amarahnya. Selain lamban petugas KTP pun tidak ada yang mengatur jalannya penyerahan berkas, agar tidak berdesakan.

"Sudah tahu bakal ramai seperti ini, harusnya sistem keamanannya mengatur agar warga tidak saling berdesakan. Coba kalau orang tua yang datang, dia bisa habis nafas karena capek. Kalau sudah begitu, bagaimana?" tegasnya

Ujang juga mengeluhkan tempat yang tidak memadai dengan jumlah warga yang datang untuk mendapatkan KTP. Panitia hanya menyediakan satu loket untuk pengambilan KTP. Itu pun hanya meja petak berukuran sedang yang hanya disekat dengan kursi dan meja seadanya.

Di bagian depan pintu masuk, sebuah meja bundar yang dilengkapi payung hijau menjadi tempat menyerahkan fotokopi surat keterangan dan kartu keluarga.

"Lihat saja masa begini persiapannya. Tempat menyerahkan dokumen cuma meja tempat minum begitu. Kelihatan sekali tidak seriusnya. Tidak ada nomor antrean pula," imbuhnya

Sesdijen Dukcapil Kemendagri I Gede Surata mengatakan, membludaknya masyarakat yang mengurus KTP di luar perhitungan pihaknya. Dia pun menduga hal ini terjadi karena viralnya pengumuman untuk mencetak KTP di TMII, yang seolah merupakan pesan resmi yang diterima melalui media komunikasi virtual.

"Inikan hanya acara Nusantara Expo dan Forum 2017 semacam pameran biasa. Tapi ada pelayanan ini, tapi tadinya hanya melayani pengunjung pameran saja. Tiba-tiba tersiar pesan singkat itu," jelasnya

Meski begitu, lanjut Gede, pihaknya tidak boleh menolak masyarakat yang antusias mencetak KTP selama lima hari ini. Namun diakuinya pesan yang tersebar tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun permintaan yang banyak mengakibatkan proses cetak memakan waktu satu hari.

"Ya jadinya lambat. Yang harusnya langsung jadi, akhirnya tidak bisa. Yang daftar hari ini besok diambil kartunya. Yang daftar kemarin diambil kartunya hari ini," terangnya

Lebih lanjut dijelaskan kartu yang sudah tercetak hingga hari keempat, berjumlah sekitar lebih dari 4.000 lembar dari 7.000 yang menyerahkan berkas. Dia memperkirakan hingga hari kelima lebih dari 7.000 lembar KTP sudah terdistribusi ke masyarakat yang datang ke TMII.

"Kartu yang disiapkan 10 ribu kartu. Hari kedua dan ketiga sudah tercetak 4.600 kartu untuk Jakarta dan daerah lain," ujarnya

Gede mengakui jumlah terbanyak menerima kartu bersal dari DKI Jakarta sebesar 97%. Angka ini belum termasuk dengan 500 kartu KTP baru yang harus dibagikan.

"Untuk hari ini saja sudah tiga ribu bertambah. Hari kedua dan ketiga kemarin sudah sekitar 4600 yang sudah selesai," tandasnya. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More