Binekon Hidupkan Lima Karakter Nusantara

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 20 Okt 2017, 09:19 WIB BIG CIRCLE
Binekon Hidupkan Lima Karakter Nusantara

MI/ADAM DWI

BIG Circle juga akan membahas karya animasi Oktodia Mardoko atau yang akrab disebut Odi, 41, lulusan S-1 Jurusan Komunikasi Visual, Institut Kesenian Jakarta.

Dia membuat Binekon. Binekon ialah animasi karya anak Bangsa, yang menceritakan lima karakter hewan. Binekon berasal dari dua kata, bhinneka dan ikon. Karakter yang mewakili lima pulau terbesar di Indonesia. Karakter Jabo mewakili Pulau Jawa yang memakai blangkon dan lurik. Karakter Sumi mewakili Sumatra dengan bentuk seperti empek-empek kapal selam.

Karakter Kale mewakili Kalimantan dengan menonjolkan tameng perang suku Dayak. Karakter Sula dihadirkan pada sosok Tarsius (monyet hantu) yang khas dari Sulawesi. Sementara itu, Papu tampil dengan bentuk patung Asmat dari Papua.

Awalnya Odi cemas anak muda lebih condong ke budaya barat-baratan atau Jepang. Ia merasa Indonesia juga bisa memiliki karakter animasi yang diangkat menjadi cerita seri. Kemudian, Odi memulai proyeknya dengan membuat Belantara, sebuah film petualangan layar lebar. Namun, lantaran terkendala bujet, ia menunda menuntaskan film ini.

Alasan lain, Odi terpanggil menciptakan lima karakter ini karena prihatin dengan tontonan anak yang minim. Ia ingin anak Indonesia memiliki ikon animasi yang melekat dan sesuai yang sekaligus mencerminkan budaya Bangsa.

Sebelumnya, Odi juga sempat menetaskan karya animasi melalui serial Vatalla sang Pelindung yang pernah tayang di Trans 7 selama 13 episode. Tema petualangan ini juga menginspirasi Odi melahirkan karya-karya dengan tema yang sama namun lebih mencirikan kebudayaan nasional.

Lalu ia melihat potensi membuat karya animasi yang lebih murah, maka dari itu, lahirlah Binekon yang kini dapat disaksikan di Youtube. Melalui lima karakter Binekon, Odi ingin mengajarkan pada anak-anak hingga orang dewasa bahwa penting sekali menjaga persatuan.

Pesan ini ia sampaikan dengan cara yang sederhana, seperti berbagi makanan (kelapa), bekerja sama dengan sesama teman, menghindari egoisme dan permusuhan, dan merawat alam. (H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More