Dimulai Jokowi, Diakhiri Djarot

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Minggu, 15 Okt 2017, 21:41 WIB Features
Dimulai Jokowi, Diakhiri Djarot

ANTARA

SAMBIL melambaikan tangannya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menaiki sebuah delman yang telah menantinya sejak pagi. Delman itu membawa Djarot meninggalkan halaman Balaikota, menjadi penanda usai sudah masa abdinya. Sorak sorai mengiringi.

Tiba juga akhir dari masa kepemimpinan tiga gubernur DKI Jakarta pada 2012 hingga 2017. Dimulai Joko Widodo dilanjutkan Basuki Tjahaja Purnama, dan kini diakhiri Djarot Saiful Hidayat.

Satu jam sebelumnya, lirik lagu 'Kapan-Kapan' dari band lawas Koes Plus terdengar di Pendopo Balaikota. Djarot turut bernyanyi. Tidak tanggung-tanggung, ia membawakan beberapa lagu Koes Plus, diiringi band bernama Goes Plus.

Selain lagu 'Kapan-Kapan', Djarot turut menyanyikan lagu 'Diana'. Puas bernyanyi, potret Djarot bersama para pembantunya di jajaran eksekutif Pemprov DKI pun diabadikan. Tidak lupa, pidato terakhir Djarot sebagai 'Gubernur Jomblo' di Balaikota.

"Saya memimpin Jakarta kurang lebih enam bulan, sebagai Gubernur Jomblo. Tapi saya tidak pernah merasa jomblo karena dilimpahi rasa cinta yang mendalam dari jajaran Pemprov DKI," tutur Djarot disambut tawa hadirin.

Selama enam bulan menjadi gubernur, dan 1,5 tahun ia menjabat sebagai wakil gubernur, Djarot mengaku tidak pernah memasang raut cemberut. Sebabnya, Djarot merasa senang dengan apa yang ia lakukan bagi warga Jakarta.

"Kalau kalian lihat, saya hampir tidak pernah cemberut ya, karena saya suka. Karena rasa suka itulah beban pekerjaan seberat apa pun jadi terasa ringan," ucap mantan Wali Kota Blitar ini.

Rasa bangga menyelimuti Djarot setelah apa yang ia lewati di Balaikota. Mulai dari menghadapi problema Jakarta, hingga dicecar oleh para pewarta. Tidak lupa, Djarot menyampaikan pesan agar para pejabat di Pemprov DKI senantiasa mengabdi sebagai pelayan masyarakat dan mengesampingkan kepentingan pribadi. Dan atas nama Jokowi dan Ahok, Djarot pun menyampaikan rasa terimakasihnya.

"Terima kasih keada seluruh jajaran Pemprov DKI, saya bangga terhadap kalian semua," ungkapnya.

Djarot juga berharap agar masyarakat optimistis dan percaya kepada gubernur dan wakil gubernur selanjutnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Tetap optimistis dan percaya kepada gubernur baru. Tapi tetap kawal proses pembangunan. Saya masih bersama dengan mereka, saya juga masih bersama dengan kalian," ucapnya.

Lalu, apa yang akan dilakukan Djarot selepas tugasnya sebagai gubernur? "Saya akan rekreasi dulu, kalian enggak boleh ikut, saya mau ke Labuan Bajo. Ketua DPRD aja enggak boleh ikut," ceritanya sambil berkelakar.

Ketika ditanyai apakah ia akan menghadiri prosesi serah terima jabatan dari Pelaksana Harian Gubernur DKI Jakarta Saefullah kepada Anies-Sandi, Djarot hanya mengatakan, "Kita lihat besok."

Usai seluruh rangkaian, Djarot dan delmannya lantas bergerak meninggalkan halaman Balaikota. Sorak sorai warga mengiringi. Di sampingnya duduk sang istri, Happy Farida. Sementara para pejabat utama, turut menaiki delman lainnya yang disiapkan, ikut mengantar Djarot ke Gedung Joeang 45.

Ada sembilan delman yang turut serta dalam pawai iring-iringan Djarot pagi itu. Masing-masing melambangkan unsur pemerintahan di DKI Jakarta, yakni unsur eksekutif, unsur legislatif, unsur masyarakat, serta enam wilayah administratif di DKI Jakarta. Sementara rute ke Gedung Joeang dipilih sebagai simbol agar Djarot tidak berhenti berjuang sampai di sini.

"Semoga setelah selesai pengabdian Pak Djarot, kita berdoa semoga beliau nanti di masa yang akan datang bisa mengabdikan pikiran dan hatinya di tempat yang lain," tutur Saefullah.

Saefullah pun mengaku memiliki kesan tersendiri usai bekerja bersama Djarot, juga gubernur-gubernur sebelumnya, Jokowi dan Ahok. Ada pendidikan luar biasa yang ia akui didapatkan oleh dirinya, maupun jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya

"Terutama tentang pelayanan kepada masyarakt. Juga ditampilkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Bekal telah kita peroleh, semoga kita jajaran PNS DKI Jakarta bisa terus menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih, sesuai dengan cita-cita bangsa," tutur Saefullah. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More