Tren Olahraga

Penulis: Rio/M-3 Pada: Minggu, 15 Okt 2017, 00:46 WIB Gaya Urban
Tren Olahraga

MI/Ramdani

MELIHAT kelas Pilates in the Sky mengingatkan pada sebuah kelas yoga di Jakarta yang juga dilakukan di puncak gedung. Kedua kelas ini menggambarkan kian beragamnya lokasi olahraga urban di kota-kota besar.

Sesuai dengan karakter warga urban yang senang mencoba hal baru, para penyelenggara kelas keburagan pun terpacu menciptakan inovasi.
Soal mengatasi kebosanan peserta ini pula yang jadi perhatian instruktur Pilates in the Sky Marsella Margareth.

“Latihan outdoor seperti ini sangat bagus. Peserta juga bisa merasa tidak bosan dengan latihan yang indoor sehingga memang perlu diperbanyak metode latihan seperti ini,” ungkap Marsella.

Namun, memang diakui, tempat latihan seperti ini masih terbatas sehingga peminatnya pun belum banyak mengetahui. Akan tetapi, hasil yang didapat dari latihan outdoor dinilainya lebih maksimal.

Di luar soal tren, berolahraga di ruang terbuka memang banyak sisi positif. Dengan cara ini orang dapat mengasah kembali kedekatan dengan alam dan pentingnya kelestarian alam. Berlatih di luar ruangan juga cenderung hemat energi karena tidak menggunakan pendingin udara.

Tanpa menggunakan tambahan musik, sesi olahraga di luar ruangan juga dapat dianggap sebagai detoks dari kebisingan perkotaan. Jadi mari kita berolahraga di luar ruangan! (Rio/M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More