Kabar Dengkul juga Hoaks

Penulis: Dony Tjiptonugroho/Redaktur Bahasa Media Indonesia Pada: Minggu, 15 Okt 2017, 00:16 WIB BIDASAN BAHASA
Kabar Dengkul juga Hoaks

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

DALAM setahun belakangan ini, baik di media lama maupun media baru, termasuk media sosial, begitu tinggi frekuens­i kemunculan kata hoax alias berita tak benar sampai-sampai Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indone­sia (KBBI) Daring menyerapnya menjadi hoaks.

Urusan menyerap hoax menjadi hoaks tentulah masalah sepele karena x sudah lazim dalam aturan penyerapan bahasa kita disesuaikan menjadi ks. Urusan orang akan membacanya ho-aks sesuai dengan pemisahan suku kata dalam kamus itu atau mengejanya howks seperti para bule mengucapkannya juga masalah suka-suka. Macam perlakuan pada kata striker-lah. Sudah menjadi arus zaman untuk lebih mengakrabi istilah asing dalam bergaul dan menjadikannya kecenderungan untuk pemilihan kosakata kita dalam bertutur.

Namun, ada juga hal-hal yang menurut saya bisa dipaparkan sebagai bahan untuk dipikirkan. Pertama kemunculannya dalam KBBI Daring sebagai nomina bentuk cakapan memenuhi kebutuhan akan kemutakhiran data kosakata kita. Namun, kamus itu terbatas dalam bentuk website. Kamus yang tersedia dalam bentuk aplikasi digital belum mencakupkannya, apalagi KBBI Pusat Bahasa Edisi Keempat cetakan kesembilan yang montok nan bergizi itu. Padahal, untuk kamus setebal lebih dari 1.701 halaman itu orang harus mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah. Tentu agak mengecewakan jika kamus itu tidak memenuhi kebutuhan akan adanya kosakata termutakhir dalam bahasa Indonesia.

Hal kedua penyerapan hoax menjadi hoaks bisa menjauhkan orang dari menggali kamus untuk perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia yang bisa digunakan untuk mengekspresikan pemikiran. Sederhananya mungkin begini. Apa itu arti hoax? Berdasarkan Kamus Inggris-Indonesia Edisi yang Diperbarui (2014) karya John M Echols dan Hassan Shadily, artinya ‘olok-olok(an), cerita bohong’. Apa padanannya dalam bahasa Indonesia? Padanan hoax ialah hoaks yang bermakna ‘berita bohong’ dalam KBBI Daring. Selesai.

Lantas, apa yang bisa digunakan sebagai petunju­k untuk menambah wawasan bahwa berkaitan dengan berita bohong, kita sudah lama punya kata-kata selain hoaks? Dalam KBBI Edisi Ketiga saya mendapati fitnah untuk perkataan bohong yang dise­barkan untuk menjelekkan orang, gombal (omong kosong) dan gombalan (ucapan yang tidak sesuai dengan kenyataan, omongan bohong), dongengan (cerita bohong), isapan jempol (kabar bohong), kabar dengkul (berita yang tidak benar), kibul (kebohongan), dan radio dengkul (kabar bohong).

Selanjutnya ada kelompok kata bermakna bohong yang diisi bongak, dengkul, dusta, dan kizib serta grup kata yang terkait dengan penyebaran kebohongan, yakni demagogi (penghasutan terhadap orang banyak dengan kata-kata dusta untuk membangkitan emosi rakyat), intrik (penyebaran kabar bohong yang sengaja untuk menjatuhkan lawan), dan mempertebarkan kecek (menyiarkan kabar bohong).

Tentu saja kata-kata tersebut tidak seluruhnya bisa langsung dipadankan dengan hoax kapan saja dan dalam konteks apa pun, tetapi setidaknya itu menimbulkan kesadaran bahwa kita sudah punya pilihan untuk apa yang hendak kita ungkapkan. Cocok atau tidaknya bergantung juga pada jenis buah kreativitas kita, atau kelapangan hati dalam menerima khazanah kita.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More