Perbaikan Jembatan Selesai Lalulintas di Jalur Pantura Kembali Lancar

Penulis: Akhmad Safuan Pada: Jumat, 13 Okt 2017, 09:34 WIB Nusantara
no-image.jpg

SETELAH dalam satu bulan terus mengalami kemacetan panjang akibat adanya perbaikanjembatan Wonokerto di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jalur pantura Semarang -Demak kembali lancar, dengan selesai proyek perbaikan tersebut. Kini jembatan Wonokerto kembali dapatdilintasi.

Perbaikan jembatan Wonokerto bagian utara pada awalnya direncanakan selama 75 hari, namun dapat selesai lebih cepat, sehingga setelah pengaspalan selesai kini mulai dibuka kembali dan lalulintas di jalur pantura bisa kembali normal. "Akibat perbaikan jembatan itu, sepanjang hari halur pantura Semarang - Demak macet hingga 5 kilometer, sehingga banyak kendaraan kecil memilih melalui jalur alternatif," kata Wahyu,22, warga Bulusari, Demak.

Dampak kemacetsn panjang, selain waktu tempuh molor hingga 3 - 4 jam karrna macet, juga terjadi pembengkakan biaya perjalanan terutama pembelian bahan bakar kendaraan. "Rata-rata akibat kemacetan hingga lima kilometer ini setiap truk yang melintas harus menambah pengeluaran Rp100 ribu, padahal setiap hari ribuan kendaraan melintas di jalur pantura ini," ujar Sutikno seorang sopir truk.

Pelaksana lapangan perbaikan Jembatan Wonokerto Agus Setiawan mengatakan perbaikan jembatan yang sebelumnya direncanakan 2,5 bulan dapat rampung lebih cepat 1,5 bulan dan setelah tahap pengaspalan selesai maka jembatan kembali sapat dilintasi.

Setelah pengaspalan jembatan, demikian Agus Setiawan,saat ini tinggal masih dilakukan tambahan pekerjaan, namun hal itu tidak akan mengganggu kendaraan yang hendak melintas sehingga perjalanan tetap akan lancar.

Kepala Satuan Lalulintas Polres Demak Ajun Komisaris Christian Chrisye tetap mengingatkan agar pengendara yang melintas tetap harus hati-hati dan waspada, karena dampak dilakuksn contraflow di ruas ini banyak ditemui kerusakan di jalur pantura seperti berlobang dan bergelombang. "Kendaraan dari arah barat maupun timur tidak usah lagi melalui jalur pantura ini," pungkasnya.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More