Greenpeace Peringatkan PLTN Rentan Serangan

Penulis: (AFP/*/I-1) Pada: Jumat, 13 Okt 2017, 08:31 WIB Internasional
Greenpeace Peringatkan PLTN Rentan Serangan

AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG

AKTIVIS Greenpeace meluncurkan petasan di dalam pusat listrik tenaga nuklir (PLTN) di timur Prancis Kamis (12/10) dini hari. Aksi itu dilakukan setelah kelompok Greenpeace ber­hasil memasuki wilayah PLTN. Mereka mengatakan jika peluncuran kembang api itu sebagai peringatan atas ren­tan­nya PLTN terhadap penyerangan yang mungkin terjadi. Kelompok antinuklir yang dikenal karena keberanian dan publisitas aksi-aksi spektakulernya tersebut mengungkapkan, petasan diluncurkan di kaki batang bahan bakar bekas pakai (SFR).

“Aktivis kami meluncurkan petasan di dalam PLTN Prancis. Ini membuktikan jika instalasi PLTN ini sangat rentan,” ungkap kelompok tersebut di Twitter, yang juga merilis video aksi peluncuran petasan di PLTN di Cattenom yang dekat dengan perbatasan Luxembourg. Terkait dengan aksi peluncuran petasan tersebut, Pusat Listrik Prancis (EDF), perusahaan milik negara yang mengope­rasikan PLTN tersebut, mengatakan para demonstran ditahan sebelum mencapai zona nuklir sehingga keamanan reaktor tidak terancam.

Anggota Greenpeace di Luxembourg Roger Spautz mengatakan, 15 aktivis memasuki kawasan PLTN pukul 05.30 dini hari dan melewati dua barisan keamanan untuk mencapai bangunan ber­isikan SFR. Spauts meng­ungkapkan kepada AFP, aksi tersebut bertujuan untuk meng­gambarkan perhatian atas lemahnya penjagaan SFP. (AFP/*/I-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More