Drone BNPB Gagal Pantau Kawah Gunung Agung

Penulis: Ruta Suryana Pada: Kamis, 12 Okt 2017, 20:15 WIB Nusantara
Drone BNPB Gagal Pantau Kawah Gunung Agung

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

PESAWAT tanpa awak atau drone yang dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gagal mencapai puncak Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, untuk memantau kawah. Drone jatuh dan menghantam jembatan BNPB, PVMBG dan tim pengendali jarak jauh mencoba menerbangkan pesawat mini tanpa awak jenis Koax 3.0 itu di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis, yang termasuk kawasan rawan bencana.

Tim menerbangkan drone sekitar pukul 15.00 Wita pada upaya kedua, namun pesawat mini itu jatuh menukik sesaat setelah lepas landas dan menabrak jembatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho ketika dikonfirmasi mengatakan "drone" itu jatuh karena saat lepas landas terkena batu krikil dan tidak mendapat kecepatan udara yang sempurna. "Landasan banyak kerikil kurang ideal untuk lepas landas. Kecapatan saat lepas landas di bawah 60 kilometer per jam," ucapnya.

Rencananya misi pemantauan kawah Gunung Agung akan tetap dilakukan dengan menggunakan "drone" yang lain bernama Tawon V tail 1.8. Sebelumnya tim telah menerbangkan "drone" pada Rabu (11/10) di lokasi yang sama namun kamera pada pesawat tanpa awak itu tidak normal pada ketinggian 1.800 meter sehingga drone mendarat kembali.

Saat itu, lanjut dia, drone tidak ada masalah dan normal dengan kemampuan jelajah hingga ketinggian 3.200 meter. Untuk diketahui, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bekerja sama dengan BNPB ingin memetakan kondisi kawah Gunung Agung melalui udara termasuk warna asap yang keluar dari kawah gunung api itu.(Ant/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More