MRT Jakarta Targetkan Pemasangan Rel Kelar Maret 2018

Penulis: Intan Fauzi Pada: Kamis, 12 Okt 2017, 13:35 WIB Megapolitan
MRT Jakarta Targetkan Pemasangan Rel Kelar Maret 2018

Proyek MRT Jakarta memasuki tahap pemasangan rel dari Depo Lebak Bulus dan pada akhir 2017 tahap konstruksi akan mencapai 93 persen secara keseluruhan. -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

PENGERJAAN proyek konstruksi kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I Lebak Bulus-Bundaran HI terus dikebut. Kemajuan konstruksi sudah mulai memasuki pemasangan rel kereta.

Panjang rel kereta MRT Jakarta fase I ini sepanjang 35.365 meter. Sementara untuk progres pemasangan rel kereta sudah mencapai 3,84 persen atau sepanjang 1360 meter.

“Itu yang kita kerjakan dari September awal sampai sekarang,” kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, di Kantor MRT Jakarta, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Silvia mengatakan, persentase sebenarnya pemasangan rel secara keseluruhan lebih dari 3,84%. Rel yang terpasang sepanjang 1.360 meter itu sudah melalui semua tahapan dari mulai pemasangan bantalan hingga pengecoran dimana pengerjaannya dibagi ke dalam grup-grup.

“Pemasangan rel itu kan bertahap, pasang bantalan dulu, kemudian grup kedua, sampai grup paling belakang itu pengecoran. Jadi ini berdasarkan yang sudah dicor,” jelas Silvia.

Silvia menargetkan pemasangan rel selesai sebelum kereta MRT dikirim ke Jakarta pada April 2018.

“Kita punya waktu hingga Maret tahun depan,” ujarnya.

Untuk teknologi relnya sendiri, lanjut Silvia, MRT Jakarta menggunakan Fiber-reinforced Foamed poly-Urethane (FFU) Synthetic Sleeper. FFU Synthetic Sleeper merupakan bantalan kereta api yang berbahan sintetis FFU.

Silvia menjelaskan, pemakaian bahan sintetis ini lebih efisien dibandingkan bantalan yang berbahan kayu.

“Dari track record-nya dia punya life cycle lebih panjang, plastik bisa digunakan sepanjang kita bisa me-maintain-nya dan easier to install,” ungkap Silvia. (MTVN/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More