Terlalu Banyak Ruang Gelap

Penulis: Pol/P-1 Pada: Senin, 09 Okt 2017, 06:53 WIB Polemik
Terlalu Banyak Ruang Gelap

Direktur Imparsial Al Araf -- MI/Bary Fathahilah

Bagaimana pandangan Anda soal polemik impor senjata yang dilempar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan motivasinya?
Itu bisa membuat konflik antarinstitusi, dalam hal ini TNI-Polri. Apa motivasi panglima, kita tidak tahu. Tapi, bola panas ini sudah telanjur menjadi konsumsi publik.

Apa persoalan sesungguhnya dari aturan pembelian senjata kita?
Selama ini ada wilayah abu-abu dalam regulasi pembelian senjata kita. Pembelian senjata kita memakai undang-undang yang kental nuansa militernya dan sangat kontekstual dengan situasi dan kondisi saat ini. Akhirnya, setiap institusi membuat mekanisme sendiri-senĀ­diri. Untuk sipil, izinnya dari Mabes Polri dan militer izin Kementerian Pertahanan.

Apa sebelumnya tidak terlihat upaya membenahi?
Pada 2013, pemerintah sudah menyusul RUU Senjata Api dan Bahan Peledak, saya ikut menyusun akademisnya. Tapi, sekarang mandek. Memang harus ada satu payung regulasi yang mengatur persenjataan kita. karena yang tampak selama ini, setiap institusi terkesan mementingkan ego sektoral.

Fokus pengaturannya apa?
Apa pun itu, yang paling penting ialah membangun pengawasan, mekanisme kontrol, akuntansi dan transparansi persenjataan kita. Terlalu banyak ruang gelap dalam bisnis persenjataan kita.
Kalau ini tidak dibenahi, akan banyak kejadian-kejadian serupa dan bisa merusak hubungan antarinstitusi dan dinamika politik keamanan.

Panglima berpolitik itu fakta atau asumsi saja?
Publik sulit menghindari dugaan Panglima TNI sedang menempuh langkah politis. Kita bisa contohkan kedatangan Panglima TNI ke munas partai tertentu, membaca puisi, lalu mengkritik lembaga negara lain. Dia juga membuat pernyataan-pernyataan yang menimbulkan polemik, dengan menggunakan informasi intelijen. Termasuk soal pemutaran ulang G30S-PKI.

Seharusnya bagaimana?
Bagi saya kasus Agus Yudhoyono jauh lebih baik. Dia mundur untuk maju dalam kontestasi pilkada dan dia tidak melakukan langkah-langkah politik selama menjadi prajurit. Itu perlu jadi contoh. Menurut saya, sebagai pang-lima sebaiknya fokus pada hal utama yang perlu dibenahi, yakni modernisasi alutsista dan peningkatan sumber daya TNI. (Pol/P-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More