Setelah 72 Indonesia Merdeka, Akhirnya Listrik Menyala 24 Jam Juga

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Rabu, 04 Okt 2017, 16:51 WIB Features
Setelah 72 Indonesia Merdeka, Akhirnya Listrik Menyala 24 Jam Juga

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

SIANG itu, suasana di pulau Pongok dan Pulau Celagen Kabupaten Bangka Selatan tidak seperti biasanya,hampir seluruh warga berhamburan keluar rumah, raut wajah mereka tampak begitu senang dan bahagia.

Hari ini merupakan hari paling bersejarah dalam kehidupan warga pulau pongok dan celagen, kenapa tidak, setelah penantian bertahun-tahun bahkan puluhan tahun akhirnya warga bisa menikati Listrik 24 Jam.

Sampai-sampai entah di sengaja atau lupa, beberapa rumah warga masih ada lampu yang di biarkan menyala. Padahal, selama ini hal itu tidak pernah di jumpai, terutama siang hari.

Pulau Pongok dan Celagen merupakan pulau terluar di Kabupaten Bangka Selatan, jaraknya dari pusat pemerintahan 1,5 jam dan hanya bisa tempuh melalui jalur laut, dengan kapal kayu.

Untuk mengijakkan kaki ke pulau itu, bukan perkara mudah, butuh perjuangan, selain ongkos Rp50 ribu per orang, ganasnya alunan ombak dan kencangnya angin akan di rasakan selama perjalanan.

Jarak yang begitu jauh, di pisahkan oleh luasnya lautan, merupakan kendala listrik belum bisa di nikmati warga 24 jam, hal ini tentu berbading terbalik dengan warga lainya di wilayah Bangka Selatan.

Kendati demikian, pulau yang berpenduduk 5 ribu jiwa itu tak mengeluh. Mereka pasrah dengan keadaan, hari demi hari, hingga bertahun-tahun. Mereka selalu menanti dan berharap kapan bisa menikmati listrik menyala 24 jam.

"Alhamdullilah, penantian kita di pulau selama ini tidak sia-sia, akhirnya listrik 24 jam, terima kasih PLN," kata Sayuti, 58, salah satu warga pulau Pongok, Rabu (3/10).

Dulu, diceritakan Sayuti, jangankan untuk menghidupkan barang elektronik seperti TV dan kipas angin, ataupun mengisi baterai ponsel, warga selalu menunggu PLTS menyala pada malam hari, sehingga semua aktivitas yang dialiri listrik siang hari di pulau itu lumpuh total.

"Awalnya penerangan dari genset, setelah itu, Listrik Desa, kemudian di 2012 PLTS, untuk PLTS Alhamdullilah ada sedikit penerangan di hati masyarakat kendati hanya menyala 6 jam dalam sehari," ujarnya.

Lebih menyakitkan lagi, kata dia, ketika cuaca buruk PLTS tidak menyala. Seluruh orang tua, diakui Sayuti, merasa terpukul melihat anak-anak mereka belajar hanya dengan penerangan petromak. Seharusnya anak-anak dapat belajar di rumah dengan penerangan yang memadai.

"Saya sedih kalau listrik seharian tidak menyala, anak-anak belajar hanya dengan penerangan petromak," ujarnya.

Di samping itu, belum memadai listrik di Pongok dan Celagen menyebabkan sulitnya investasi masuk sehingga perekonomian di pulau itu jauh tertinggal dari daerah lain di Bangka Selatan.

Tapi, hari ini, cetus dia, setelah 72 Indonesia Merdeka, seluruh masyarakat di Pulau Pongok dan Celagen begitu bahagia, baru sekarang bisa menikmati listrik menyala 24 jam,

"Ini semua tak terlepas dari kepedulian PLN dengan membangun PLTD. Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, baru sekarang kami bisa menikmati listrik 24 jam," kata Sayudi seraya meluapkan kegembiraanya.

General Manager (GM) PLN Wilayah Bangka Belitung Susiana mengatakan, untuk mewujudkan realisasi listrik menyala 24 Jam di Pongok dan Celagen, PLN telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) berkapasitas 5X200 KW dan 3X100KW.

"Alhamdullilah hari ini, kita bersama Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan, Kapolda Babel, Brigjen Saiful Zahri, Bupati Bangka Selatan, Justiar Noor, meresmikan listrik menyala 24 jam di Pongok dan Celagen," kata Susiana.

"Listrik 24 jam ini merupakan komitmen PLN Pusat kita untuk menerangi daerah-daerah terluar seperti Pongok dan Celagen,"ujar dia.

Saat ini, disebutkan Susiana, di pongok jumlah rumah yang sudah teraliri listrik sebanyak 600 rumah, sedangkan di celagen 267 rumah. Harga sambungan untuk daya 900 Watt Rp.800 ribuan.‎

Ke depan, PLN menurut Suci akan membangun PLTD di pulau-pulau lainya, tetapi bukan mesin baru melainkan dengan relokasi mesin-mesin lama dari pulau-pulau besar.

"Kita akan relokasi mesin-mesin lama untuk 3 pulau lainya, agar dapat penerangan,"ungkapnya.

Sementara, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengatakan dengan listrik sudah menyala 24 jam, artinya semua masyarakat di pongok dan celagen sudah masuk tahap manusia yang ingin maju ke depanya.

"Awas tapi jangan salah manfaat, sebab kalau salah akan menjadi bencana bagi pulau ini, makanya harus cerdas, gunakan listrik, jangan mentang-mentang listrik murah menyala 24 jam, sesukanya putar musik sehingga mengganggu ketentraman warga lain," kata Erzaldi.

Dengan masuknya listrik hingga 24 jam ini, diakui Erzaldi, pihaknya akan mengundang investor berinvestasi, sebab Pongok dan Celagen merupakan penyumbang 30% hasil ikan untuk Bangka Belitung.

"Mudah-mudahan dengan listrik yang sudah memadai ini, banyak investasi masuk sehingga perekonomian pulau meningkat," harapnya.

"Insyallah tahun depan kita akan bangun cold storage di dua pulau ini agar mutu hasil ikan terjaga,"ucap Erzaldi. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More