Pupuk Jiwa Wiraswasta sejak Dini

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Minggu, 01 Okt 2017, 06:01 WIB Hiburan
Pupuk Jiwa Wiraswasta sejak Dini

MI/Atet Dwi Pramadia

RUNNER-up 2 Miss International 2016, Felicia Hwang, 25, mengaku bangga terhadap generasi muda saat ini. Sebabnya, ia menilai banyak anak muda yang sudah berani belajar mandiri terjun ke dunia wirausaha.

"Saya sering jadi pembicara di kampus-kampus membahas entrepreneurship dan kepribadian. Anak-anak usia 16 sampai 17 tahun sekarang sudah ingin memiliki bisnis sendiri. Adik saya yang berusia 11 tahun saja sudah mulai berjualan mainan lewat internet dan Instagram. Jadi, bisa dibayangkan anak-anak muda zaman sekarang sudah punya otak bisnis," ungkapnya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut perempuan kelahiran Bandar Lampung itu, generasi muda masa kini lebih kreatif dan memiliki pola pikir di luar kebiasaan. Di mata Putri Lingkungan Indonesia 2016 itu, kaum muda juga memiliki semangat dan kemampuan menganalisis peluang bisnis lebih cermat.

"Anak muda sekarang lebih up to date dengan apa yang terjadi di dunia ini," tuturnya.

Felicia yang juga Runner-up 1 Putri Indonesia 2016 itu mengatakan generasi muda saat ini memiliki berbagai keuntungan untuk lahir sebagai wirausaha. Sebabnya, mereka terlahir di era yang serba terhubung internet. Hal itu, menurutnya, bisa menjadi sumber informasi terbesar guna menangkap peluang bisnis.

Ia mencontohkan perkembangan bisnis kecil-kecilan yang banyak digeluti anak muda di media sosial. Mulai yang menjual mainan hingga makanan. Lebih lanjut ia mengatakan, bisnis di dunia digital melalui start-up, yang saat ini tengah bertumbuh, juga bisa menjadi peluang bagi kaum muda.

"Memulai usaha sejak dini bagus sebagai proses pembelajaran. Misalnya bagaimana menangani keluhan konsumen. Itu sesuatu yang tidak bisa didapat dari sekolah dan kampus. Proses yang dilakukan secara mandiri itu bisa lebih menumbuhkan kreativitas," tambahnya.

Ia pun menyarankan kaum muda yang ingin berbisnis untuk selalu melihat pilihan yang terbuka. Di samping itu, lanjut Felicia, mereka harus berani mengambil langkah pertama dalam mencoba. "Kalau setelah dicoba ternyata tidak mulus, itu tidak terlalu buruk. Karena kita sudah mau melangkah. Harus percaya diri dan jangan berpikir masalah uang. Pasti akan ada cara," ucapnya.

Bisnis keluarga

Setelah tidak lagi aktif membawa bendera Putri Lingkungan Indonesia, Felicia kini disibukkan dengan aktivitas mengurus bisnis keluarga. Baginya, keluarga merupakan faktor penting dalam kehidupan. Ia menyebut sang ayah sebagai inspirasi utama. Ia mengungkapkan, ayahnya selalu memberikan pelajaran tentang pengelolaan usaha dan keuangan perusahaan.

"Sekarang saya bisnis keluarga sendiri. Tanggung jawabnya lebih besar. Papa memulainya dari nol dan dia bisa mengembangkan bisnisnya. Berarti sudah luar biasa," ujarnya.

Felicia bahkan menyebut beban dalam mengurus usaha keluarga lebih berat ketimbang menyandang status Runner-up 2 Miss International 2016. "Lebih berat mengurus bisnis ketimbang menyandang gelar pada Miss International. Aku belum tentu bisa mengerjakan sesuatu sebagus papa dalam mengelola bisnisnya itu," pungkasnya. (H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More