Kereta Api Trans-Sumatra Terkendala Lahan

Penulis: (PS/LN/DW/AB/AD/YK/N-2) Pada: Selasa, 26 Sep 2017, 05:31 WIB Nusantara
Kereta Api Trans-Sumatra Terkendala Lahan

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

PEMERINTAH terus mematangkan rencana pembangunan Kereta Api Trans-Sumatra. Sayangnya, masalah pembebasan lahan masih jadi kendala. "Kami sedang mengerjakan rel kereta api dari arah bawah dan atas. Namun, pembebasan lahan mengganggu pekerjaan itu," aku Kepala Seksi Lalu Lintas dan Keselamatan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatra Utara, Iskandar, di Medan, Sumatra Utara, Senin (25/9).

Ia menambahkan pembebasan lahan dilakukan dengan melibatkan instansi pemda dan masyarakat. Ternyata upaya pembebasan membutuhkan waktu cukup panjang. Saat ini pihaknya bertugas mengerjakan konstruksi rel Binjai-Besitang sepanjang 80 kilometer. Selain itu, ada pekerjaan Besitang-Sei Liput dan Rantau Prapat-Kota Pinang sepanjang 48 kilometer. "Jika berjalan lancar mulai pembebasan tanah hingga dana pengerjaan, kereta api Trans-Sumatra, dalam dua atau tiga tahun ke depan pasti sudah selesai," terang Iskandar.

Sehari sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Binjai menyatakan KA Trans-Sumatra yang menghubungkan Medan-Langkat-Aceh, merupakan gagasan Presiden Joko Widodo.

Ini proyek prioritas.
Kendala juga dihadapi pro-yek kereta api Trans-Sulawesi sepanjang 50 kilometer di Sulawesi Selatan. "Selama 2017, tidak ada pembangunan fisik. Kami hanya melakukan pembebasan lahan," kata Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang. Peletakan batu pertama pembangunan rel kereta api Trans-Sulawesi dilakukan pada 2015 lalu. Pembangunan fisik dilakukan dan rel terpasang hanya mencapai 16,4 kilometer di wilayah Kabupaten Barru.

"Selama 2017, sudah disiapkan anggaran pembebasan lahan Rp1,8 triliun. Tahun depan, untuk kegiatan serupa mencapai Rp6 triliun," lanjutnya. Kabar baik datang dari pembangunan kereta ringan di Palembang, Sumatra Selatan. PT Waskita Karya, penanggung jawab pembangunan, menyatakan penyelesaian proyek itu sudah mencapai 61,5%. "Akhir tahun ini, seluruh pekerjaan ditargetkan tuntas," kata pimpinan proyek, Mashudi Jauhari.

Salah satu pekerjaan tersulit dalam proyek ini ialah pembangunan lintasan di atas Sungai Musi. Kontraktor harus melakukan pengangkatan dan pemasangan girder di atas sungai. "Karena bisa memba-hayakan lalu lintas sungai, akan dilakukan penutupan alur tengah jembatan Sungai Musi, Selasa (26/9). Kami sudah mengoordinasikan hal itu dengan para pemangku kepentingan," lanjut Mashudi.

Di Pasuruan, Jawa Timur, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Grati menambah kapasitas produksi listrik menjadi sebesar 1.360 Mw dari sebelumnya 760 Mw. Upaya itu dilakukan dengan membangun blok III dan menambah kapasitas blok II.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More