Pak Presiden, Lahan Kami Dirampas

Penulis: Irvan Sihombing/*/P-2 Pada: Selasa, 10 Mar 2015, 00:00 WIB Politik dan Hukum
Pak Presiden, Lahan Kami Dirampas

MI/DEBORA SETIAWAN

"SAYA sekarang sudah tidak punya apa-apa, mau pulang ke mana?" ujar Salim Piate, salah satu pendemo yang berkemah di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, dengan mata berkaca-kaca.

"Apa perlu kami beraksi nekat dan terjadi pertumpahan darah dulu jika ingin diperhatikan?" tambah Mahyudin, Sekjen LSM Peduli Bangsa, yang sudah lebih dari 40 hari ikut berpartisipasi dalam aksi 'nginep' di Jl Latuharhary, Jakarta Pusat itu.

Para pendemo sedang memperjuangkan tanah yang mereka anggap hak mereka. Usut punya usut, konflik agraria antara warga setempat dan PT Asiatic Persada, PT Jamer Tulen, dan PT Maju Perkasa Sawit, itu terjadi sejak 1986.

Warga dari Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi itu berbondong-bondong jalan kaki ke Jakarta untuk mengklaim tanah seluas 3,550 hektare.

Sebanyak 71 warga suku Anak Dalam dan petani Jambi memulai perjalanan pada 15 Oktober 2014, dan 62 orang akhirnya tiba di Jakarta pada 26 November 2014.

Mereka membangun tenda di depan Kantor Komnas HAM dan ingin mengadukan kasus perampasan lahan mereka yang tidak kunjung usai.

Mereka juga berharap bertemu Presiden Jokowi untuk mendapat perhatian.

Mediasi yang pernah dilakukan oleh muspida dalam Tim Terpadu Batanghari pada 2013 gagal.

Warga yang merasa diperlakukan tidak adil menolak. Konflik agraria ini telah menggusur setidaknya 3.300 kepala keluarga dan terpaksa mengungsi ke desa-desa sekitar.

Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani sudah kehilangan tempat tinggal dan lahan mereka.

Wakil Ketua Komnas HAM Ansori Sinungan mengaku prihatin.

Untuk menunjang warga yang berdemo, Komnas HAM menyediakan MCK, listrik, dan makanan.

Sejauh ini pihaknya juga sudah membantu proses mediasi dengan Menhut, pemda, dan DPR.

Pada 1 Agustus 2012 Komnas HAM menandatangani kesepakatan pengukuran ulang HGU.

Namun, konflik tidak kunjung selesai karena perusahaan terkait tidak kooperatif.

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More