Rekrutmen IPDN Adopsi Pola Militer

Penulis: Ind/P-4 Pada: Selasa, 10 Mar 2015, 00:00 WIB Politik dan Hukum
Rekrutmen IPDN Adopsi Pola Militer

ANTARA/SAPTONO

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengubah pola rekrutmen praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), seperti seleksi militer dalam Akademi Militer atau Akademi Kepolisian.

Menteri belum merinci bagian-bagian seleksi yang akan diubah ala militer karena masih dalam tahap kajian.

Ia hanya menyebut secara umum, misalnya, calon praja IPDN harus lulus seleksi kesehatan dan psikotes.

Menurut Tjahjo, perubahan pola rekrutmen itu diharapkan dapat menciptakan budaya disiplin agar menghasilkan calon aparatur pemerintahan yang baik dalam melayani masyarakat.

"Karena ini merupakan salah satu program revolusi mental dalam membangun mentalitas CPNS (calon pegawai negeri sipil)," kata Mendagri di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan Tjahjo, disiplin kerja, taat hukum, hidup sederhana, dan selalu hadir memberi pelayanan bagi masyarakat ialah suatu keharusan sikap yang dimiliki aparatur sipil negara, sebagai pengejawantahan revolusi mental dan inti reformasi seluruh komponen bangsa, khususnya aparatur sipil negara.

"Aparatur yang berperan selaku pimpinan diharapkan mampu untuk mempercepat proses pelaksanaan revolusi mental di lingkungan kerja masing-masing," ucapnya.

Tjahjo juga telah mempertimbangkan kekhawatiran atau potensi terjadi tindak kekerasan dalam proses seleksi dan pendidikan para praja IPDN saat diberlakukan pola baru rekrutmen dengan memperketat pengawasan agar tindak kekerasan tidak terulang.

Rektor IPDN, Suhajar Diantoro, mengatakan proses rekrutmen calon pejabat pemerintahan IPDN yang sama dengan Akpol dan Akmil itu sangat baik.

Namun, rencana itu masih dalam tahap kajian.

"Masih dalam proses pengkajian karena kita melihat apa saja proses rekrutmen yang bagus dari Akpol atau Akmil. Insya Allah, ini terlaksana mulai akhir Mei atau awal Juni," kata Suhajar.

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More