Penyebab Mual dan Diare Pada Jemaah Belum Diketahui

Penulis: Siswantini Suryandari Pada: Selasa, 19 Sep 2017, 10:45 WIB Humaniora
Penyebab Mual dan Diare Pada Jemaah Belum Diketahui

MI/Siswantini Suryandari

PANITIA Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi belum bisa menyimpulkan dugaan 23 orang jemaah dari Kloter BTH 17 Embarkasi Batam, yang mengalami mual dan muntah pada Minggu (17/9).

Dr Edi Supriyatna, Kasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah menjelaskan 23 jemaah Indonesia itu diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dan minuman.

" Dari 23 jemaah, empat orang diinfus. Dari empat orang yang diinfus, satu orang dibawa ke KKHI. Tapi pada hari ini kondisi seluruh jemaah sudah membaik. Jemaah yang dirawat di KKHI sudah diperbolehkan pulang" kata Edi Supriyatna di Kantor KKHI Madinah, Senin (18/9).

Laporan yang masuk dari tim kesehatan kloter, kejadian yang dialami jemaah setelah Ashar sekitar pukul 16.00 waktu Arab Saudi. Dan kejadiannya berada di Masjid Nabawi.

"Dari hasil investigasi, kami menduga gangguan kesehatan dialami para jemaah haji ini akibat makanan dan minuman yang dikonsumsi," jelasnya.

Apabila melihat gejalanya, ada dugaan makanan atau minuman tercemar bakteri. "Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Tapi perlu dicek juga enam jam sebelum kejadian, para jemaah ini makan apa saja," kata Edi.

Selain makanan, juga ada minuman jus apel yang diperoleh dari luar. Di sisi lain, faktor kebersihan juga ikut menunjang terjadinya pencemaran terhadap makanan atau minuman yang dikonsumsi.

" Saat akan makan tidak mencuci tangan. Para jemaah makan di lorong-lorong hotel, dan banyak sampah di sekitarnya. Jadi banyak kemungkinan," tambahnya.

Selain itu KKHI juga tidak bisa membuktikan apakah menu makan siang yang dikonsumsi jemaah memicu mual dan muntah. " Kami pun tidak punya alat untuk meneliti sampel-sampel makanan yang diduga tercemar bakteri," tambahnya.

Beberapa jemaah yang sudah pulih dari sakit mengalami diare tiga jam setelah makan.

" Sebelum makan siang, saya minum jus apel pemberian dari Mekkah. Perut saya mulas dan diare," kata Kia Manggi Saidun ,76 dari Kloter BTH 17.

Ia pun sempat diinfus pada Minggu (17/9) siang dan telah dilepas pada Senin (18/9) pagi. Lima teman sekamarnya juga mengonsumsi makanan yang sama, namun tidak mengalami gejala mual, muntah dan diare.

"Mungkin jus apel terlalu asam," duga Kia.

Jemaah lainnya Destrial Anas dan Erna Yanis mengalami hal sama namun mereka tidak diinfus. "Diberi oralit. Saya memang sejak dari Mina, batuk dan flu. Malas makan dan minum," kata Erna.

Seksi Katering PPIH Daker Madinah langsung mengecek perusahaan katering Al Yassirah Al Arabia Co. For Catering, yang memasok logistik pada hari itu bersama Tim Promotif dan Preventif KKHI Madinah.

Donny Syarif Pramono, General Manager Al Yassirah Al Arabia Co. for Catering saat bertemu tim dari Daker Madinah, membenarkan setelah kejadian itu, pihaknya mendapatkan telepon dari PPIH Madinah. "Kami masih punya sampel makanan yang sama dikonsumsi jemaah, disimpan di frozen. Sampel makanan ini telah kami serahkan ke Kementerian Kesehatan Arab Saudi, agar dicek apakah sumber bakteri ada pada makanan tersebut atau tidak," kata Donny.

Ia pun takut apabila makanan yang disajikan tercemar bakteri. " Cuma anehnya, dalam sehari itu perusahaan katering kami ini menyalurkan 3.600 paket makan siang untuk enam kloter pada hari itu (pada kejadian). Tapi mengapa yang keracunan 23 orang," keluh Donny.

Ahmad L Mohune dan Latu Achmadi dari Tim Promotif dan Preventif KKHI Madinah yang mengecek kondisi katering, mengaku belum tahu mengapa 23 orang tersebut mual, muntah dan diare. "Kalau keracunan akan terjadi massif. Kami masih investigasi masalah ini. Enam jam sebelum kejadian, jemaah makan dan minum apa saja. Sampel yang kami peroleh di hotel sudah terkontaminasi dan tercemar," jelas Latu.

Kasie Katering PPIH Daker Madinah, Iin Kurniawati Hamidah menyatakan menunggu hasil laporan uji sampel dari Kementerian Kesehatan. "Kami menunggu hasil uji sampel. Ada yang mual dan muntah mungkin faktor kelelahan pasca Armina yang sampai sekarang belum pulih dan daya tahan tubuh masing-masing jemaah berbeda," kata Iin.

Selain itu, menu makanan yang disajikan ke jemaah sudah melalui tes uji kelayakan makanan yang dilakukan mulai dari tingkat daerah kerja menuju sektor. "Pada saat itu, makanan dari katering kami icipi. Juga dicek tekstur, rasa dan gramasinya (ukuran sajian). Alhamdulillah kami tidak mengalami gangguan kesehatan. Makanan yang kami sajikan aman dikonsumsi," tegasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More