Capaian Upsus Siwab masih Rendah

Penulis: Andhika Prasetya Pada: Senin, 18 Sep 2017, 00:31 WIB Ekonomi
Capaian Upsus Siwab masih Rendah

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

PEMERINTAH, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), telah menerapkan teknologi inseminasi buatan (IB) guna mendongkrak populasi sapi yang dimasukkan program Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab). Pada 2017, sebanyak 4 juta ekor sapi disiapkan sebagai penerima atau akseptor IB dan dari jumlah tersebut ditargetkan akan muncul 3 juta kehamilan baru. Namun, hingga awal September, berdasarkan data kumulatif secara nasional, sapi yang sudah diberi IB sebanyak 2.443.658 ekor atau 60,7% dari target dengan angka kebuntingan yang baru mencapai 829.555 ekor atau 27,5% dari target.

Jumlah kelahiran tercatat sebanyak 518.620 ekor. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengungkapkan masih rendahnya capaian kebuntingan disebabkan beberapa kendala, yakni minimnya sumber daya manusia (SDM) yang bertugas mengawal kebijakan tersebut secara langsung di lapangan. "Jumlah petugas yang dapat melaksanakan pemeriksaan kebuntingan (PKb) masih terbatas dan mereka juga masih harus fokus membantu pelaksanaan IB. Ini membuat pemeriksaan tidak maksimal," ujar Ketut di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pekan lalu. Berdasarkan kondisi tersebut, ia mengatakan pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah cepat seperti mengembalikan tugas dan pokok fungsi pemeriksa kebuntingan, melibatkan tenaga medis di balai besar dan balai veteriner serta menggandeng tenaga ahli reproduksi dari fakultas kedokteran hewan dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Balai veteriner
Guna terus mendorong program Upsus Siwab lebih maksimal, Kementan juga segera mendirikan balai veteriner di provinsi paling timur Indonesia, Papua, tepatnya di Jayapura. Kegiatan tersebut akan dimulai dengan pembelian tanah yang dilakukan pada tahun ini dengan menggunakan APBN-P 2017. Selain hendak mendirikan balai veteriner, Ketut mengatakan, pihaknya kini tengah mengkaji dan mengupayakan kehadiran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Merauke, Papua. "Kami berharap pemerintah setempat dapat berkoordinasi dengan baik sehingga lahan yang dibutuhkan segera dapat dipersiapkan," ungkapnya.

Wakil Bupati Merauke Sularso menyatakan pihaknya siap menyediakan lahan sebagai tempat pengembangan sapi. Ia memilih lokasi yang dekat dengan lahan sawah untuk dapat menciptakan integrasi sapi-padi. "Hal ini untuk saling memanfaatkan. Limbah padi nanti digunakan untuk pakan ternak, sedangkan kotoran hewan dapat digunakan untuk pupuk padi di sawah," ungkapnya. Selain itu, pemerintah setempat telah menyiapkan tanah seluas 260 hektare (ha) dengan kandang besar berkapasitas 200 ekor di Distrik Purik sebagai lokasi pembiakan sapi indukan siap potong.

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memberikan layanan kawin suntik (inseminasi buatan/IB) gratis kepada peternak untuk merealisasikan target 60 ribu sapi bunting. Saat ini baru terealisasi 35% atau 21 ribu sapi yang bunting sebagai hasil dari program Upsus Siwab.
(Ant/E-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More