Kontestasi Politik

Penulis: Ridha Kusuma Perdana Pada: Minggu, 17 Sep 2017, 00:31 WIB BIDASAN BAHASA
Kontestasi Politik

MI/FAISHOL TASELAN

SEMAKIN mendekati Pemilihan Kepala Daerah serentak (Pilkada serentak) 2018, berita politik yang berkaitan dengan itu pun kian marak bermunculan, baik di media cetak maupun elektronik.

Berita pilkada kali ini yang lumayan sering muncul ialah soal pilkada Jawa Barat. Contohnya, Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa Ikut Ramaikan Kontestasi Pilkada Jawa Barat 2018 (Kompas.com), PKS Jadikan Pilkada Jabar Referensi Pilpres 2019 (Media Indonesia), dan Ketika Ridwan Kamil Pilih Jalan Senyap di Pilkada Jawa Barat 2018 (Tempo.co). Dari sekian banyak berita soal Pilkada 2018 yang muncul, baik di koran maupun televisi, ada satu kata yang sering kali digunakan, yaitu kontestasi.

Contohnya, 'Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (RK) mengisyaratkan tidak akan maju alias mengundurkan diri dari 'kontestasi' Pilkada Jawa Barat 2018 (Kumparan.com)', 'Dedi harus mempersiapkan Golkar Jabar dengan matang agar tak kalah lagi di 'kontestasipilkada yang ketiga kalinya (Mediaindonesia.com)', dan 'Menurut Aher, Netty kini sudah siap untuk mengikuti 'kontestasi' pilkada (Tempo.co).

Kata tersebut sedemikian seringnya muncul dan masyarakat pun sudah familier dengan kata tersebut. Kata itu, jika berdasarkan konteks pada berita tersebut, dapat diartikan sebagai persaingan, kontes, atau kompetisi. Masyarakat awam pun, karena terbiasa membaca berita tersebut, mempunyai pengertian bahwa kontestasi mempunyai makna yang sama dengan kontes, persaingan, atau kompetisi.

Jika tidak diteliti, sepintas memang tak ada yang janggal dengan penggunaan kata itu karena kata kontestasi mirip dengan kata kontes. Namun, bukan berarti kata yang mempunyai kemiripan juga memiliki arti yang sama. Contohnya, kata sangsi dan sanksi.

Keduanya bahkan sama dalam pelafalan, tetapi artinya sangat berbeda. Begitu juga dengan kata kontestasi dan kontes.

Hal tersebutlah yang akan dibahas dalam tulisan ini. Apakah benar kata kontestasi mempunyai makna yang sama atau bersinonim dengan kontes, persaingan, atau kompetisi? Atau maknanya malah jauh berbeda.

Kata kontestasi berasal dari kata bahasa Inggris, contestation, yang diserap ke bahasa Indonesia.

Dalam Kamus Merriam-Websters, contestation bermakna controversy dan debate. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V (KBBI V) pun sejalan dengan hal itu, yaitu kata kontestasi bermakna kontroversi atau perdebatan; sistem untuk memperebutkan dukungan rakyat telah mengikuti 'sistem pasar' seiring dengan rontoknya sistem lama oleh gerakan reformasi pada 1998. Dengan demikian, berdasarkan kedua pengertian tersebut, jelas sekali bahwa kata kontestasi tidak punya hubungan makna dengan kata persaingan, kontes, dan kompetisi.

Jadi, secara otomatis pun penggunaan kata kontestasi pada berita tersebut tidak tepat. Sebabnya, konteks berita pada contoh tersebut mengacu pada kompetisi, bukan merujuk pada perdebatan atau kontroversi.

Dalam Tesaurus Bahasa Indonesia pun kata kontestasi tidak memiliki kaitan dengan kata tersebut. Sebaliknya, ada banyak pilihan kata yang dapat digunakan untuk menggantikan kata kontestasi dan sesuai dengan konteksnya, misalnya, perebutan, persaingan, rivalitas, kontes, dan kompetisi.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More