Wisma Kosgoro tanpa Alat Pencegah Kebakaran

Penulis: Administrator Pada: Selasa, 10 Mar 2015, 00:00 WIB Megapolitan
Wisma Kosgoro tanpa Alat Pencegah Kebakaran

MI/ANGGA YUNIAR
Kebakaran Wisma Kosgoro

KEBAKARAN hebat melanda Wisma Kosgoro di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin sekitar pukul 18.30 WIB.

Kobaran api baru bisa dipadamkan sekitar 4 jam kemudian setelah petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta menurunkan 35 branwir dan satu truk Bronto Skylift.

Kebakaran yang berasal dari lantai 16 gedung tersebut sempat menyulitkan tim damkar. Sistem spinkel atau pemadam api otomatis di Wisma Kosgoro tidak berfungsi sehingga api langsung menjalar sampai lantai 18 gedung tersebut.

Kondisi itu diperparah alarm peringatan kebakaran yang sempat tak berbunyi.

Akibatnya beberapa pekerja di gedung tersebut sampai harus diberi peringatan dan informasi oleh pihak keamanan yang bertugas.

Kepala Seksi Operasional Damkar Jakarta Pusat Muchtar Zakaria menyayangkan sebagai gedung berkonstruksi tinggi, Wisma Kosgoro belum dilengkapi perangkat proteksi kebakaran yang memadai.

Perangkat itu seperti hydrant (tabung pemadam), alat antiasap, serta lift kebakaran.

"Alat-alat itu penting dimiliki di tiap gedung perkantoran, terutama dengan puluhan lantai untuk mengantisipasi dini bencana kebakaran. Tapi yang masih menjadi kendala, bukan saja belum melengkapi peralatan antisipasi kebakaran. Biasanya faktor perawatan juga sering terabaikan," paparnya.

Hal itu diakui Reno, karyawan Optimum Group.

Menurut Reno, saat kejadian ia tidak mendengar adanya sinyal peringatan bahaya kebakaran yang mestinya berfungsi di tiap gedung.

Ia baru mengetahui ada kebakaran saat keluar dari kantornya di lantai 10 Wisma Kosgoro ketika puluhan karyawan lain panik menyelamatkan diri.

"Saya nggak mendengar alarm kebakaran. Saya justru mendengar ada kebakaran karena sebagian orang sudah berteriak (kebakaran) dan ada juga security (petugas keamanan) yang memberitahukan ke beberapa karyawan," ucapnya.

Kepala Dinas Damkar PB Jakarta Subejo kepada Media Indonesia mengatakan sumber api diduga berasal dari lantai 16 kemudian merembet sampai lantai 18.

"Ada 35 unit armada yang kami kerahkan untuk mengatasi kobaran api."

Tingginya titik api sempat menyulitkan upaya pemadaman. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengoperasikan satu truk Bronto Skylift.

Penggunaan armada itu bertujuan memudahkan petugas menuju titik api.

Menurut Muchtar, petugasnya mengalami kesulitan untuk menjinakkan api.

Bahkan, penyemprotan dari Gedung Pertamina Lubricant pun belum dapat menjangkau seluruh sisi.

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More