Situbondo Kantong TKI Ilegal

Penulis: Administrator Pada: Kamis, 14 Sep 2017, 22:23 WIB Nusantara
Situbondo Kantong TKI Ilegal

ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

KABUPATEN Situbondo, Jawa Timur, tercatat sebagai 'kantong' tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Hal itu terungkap dari penjelasan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Kabupaten Situbondo Achmad Junaidi. "Situbondo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang tercatat sebagai 'kantong' TKI. Sesuai data yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Luar Negeri, di Jawa Timur adalah 'kantong' TKI termasuk Situbondo," katanya di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (14/9).

Akan tetapi TKI asal Kabupaten Situbondo, lanjut Achmad, didominasi TKI tidak resmi (ilegal) dibandingkan yang prosedural. Dalam catatan Disnakertrans, jumlah TKI legal atau resmi lewat perusahaan asal Kota Santri itu, setiap tahun hanya tercatat sekitar 75 orang. Sedangkan yang ilegal lebih banyak.

"Kalau TKI asal Situbondo tentunya lebih banyak, dan mereka yang memaksakan berangkat keluar negeri menjadi TKI dengan cara ilegal mungkin karena biayanya murah, tetapi risiko yang dihadapinya juga sangat tinggi," tutur Achmad seperti dilansir Antara.

Junaidi menambahkan pada 2018, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi tentang bekerja di luar negeri secara resmi dengan melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, Imigrasi serta BNP2TKI sebagai narasumber.

"Nantinya sosialisasi itu akan disampaikan kepada seluruh kepala desa serta masyarakat yang berkeinginan menjadi TKI. Tujuannya agar mereka mendapatkan pemahaman tentang TKI legal dan ilegal," tukasnya. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More