RI Kirim 34 Ton Bantuan Kemanusiaan

Penulis: Pol/Ire/AP/AFP/X-10 Pada: Kamis, 14 Sep 2017, 05:48 WIB Humaniora
RI Kirim 34 Ton Bantuan Kemanusiaan

Presiden Joko Widodo meninjau persiapan pemberangkatan prajurit TNI Angkatan Udara yang membawa bantuan kemanusiaan Rohingya di Base Ops TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. -- Biro Pers Setpres

PRESIDEN Joko Widodo melepas bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, kemarin.

Pengiriman bantuan yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, itu ialah yang pertama dan akan disusul dengan bantuan-bantuan selanjutnya.

“Ini pemberangkatan yang pertama. Nanti, insya Allah minggu depan, akan diberangkatkan lagi yang kedua, ketiga, dan seterusnya,” ujar Presiden Jokowi.

Bantuan kemanusiaan seberat 34 ton yang diangkut empat pesawat Hercules itu terdiri atas makanan siap saji, family kit, selimut, tangki air, dan tenda untuk pengungsi.

Barang-barang itu yang dipilih karena yang paling dibutuhkan pengungsi Ro-hingya saat ini. Presiden menjelaskan alasan pengiriman menggunakan pesawat karena pengirim via jalur laut dirasa terlalu lama.

“Kita harapkan nantinya ini akan sampai mendekati lokasi yang diinginkan, kurang lebih 170 kilometer menuju bandara yang ada, kemudian baru diangkut truk menuju lokasi pengungsi yang ada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar,” tandasnya.

Bangladesh terus berupaya mencari lokasi pengungsi, termasuk mendirikan sebuah kamp baru seluas 800 hektare di dekat Cox’s Bazar yang akan menampung sekitar 250 ribu orang. Selain itu, tengah direncanakan untuk menyiapkan pulau terpencil, Thengar Char atau Bhashan Car.

Sementara itu, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dipastikan tidak hadir dalam pertemuan puncak Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar akhir bulan ini. Menurut juru bicara Myanmar, Zaw Htay, pertemuan puncak itu akan dihadiri Wakil Presiden ­Myanmar Henry Van Thio. (Pol/Ire/AP/AFP/X-10)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More