Sempat Ingin Berhenti Menulis Horor

Penulis: DHIKA KUSUMA WINATA Dhika@mediaindonesia.com Pada: Senin, 11 Sep 2017, 10:45 WIB Selebritas
Sempat Ingin Berhenti Menulis Horor

AP/MARK LENNIHAN

SATU lagi karya penulis novel kontemporer Amerika Serikat Stephen King, 69, dibawa ke layar lebar. Novel It, yang pertama terbit pada 1986, saat ini sudah ditayangkan di bioskop di berbagai belahan negara sejak Rabu (6/9). Film bergenre horor itu menceritakan perjuangan sekelompok anak yang menghadapi ketakutan terbesar mereka, yakni badut menyeramkan yang dikenal kejam. King memang terkenal dengan julukan raja penulis cerita horor. Meski dikenal sebagai raja penulis cerita horor, ia mengaku sempat ingin berhenti menulis karya dengan genre tersebut.

Keinginan untuk beralih genre itu muncul 30 tahun silam saat ia berusia 39 tahun. Sebabnya, saat itu ia menilai banyak muncul pesaing. “Penulis novel horor lainnya seperti Clive Barker lebih baik dari saya dan dia lebih energetik,” ungkapnya. Padahal, saat itu King sudah memproduksi 20 buku dengan distribusi 60 juta kopi. Meski film It mendapat respons positif dari penonton dan kritikus, King merendah dengan menyebut karya novelnya buruk. “Buku It merupakan karya yang konstruksinya buruk,” selorohnya.

Produser film Warner Bros bahkan menyatakan pendapatan It melampaui harapan mereka yang hanya US$51 juta. Film ini menjadi box office yang akan mampu menghasilkan pendapatan melampai US$100 juta di Amerika Serikat saja. Penulis yang karyanya telah terjual lebih dari 350 juta eksemplar di seluruh dunia itu ternyata juga tidak berhenti menulis horor hanya karena menganggap adanya pesaing muda. Hingga kini ia sudah menulis lebih dari 50 buku dan sekitar 200 cerita pendek. Sebagian besar bertema horor. Namun, ada juga karyanya yang bergenre drama seperti The Green Mile dan fiksi sains seperti Under the Dome.

Buku King berikutnya yang akan terbit, Sleeping Beauties, ditulis bersama anaknya. Sleeping Beauties merupakan karya supernatural thriller yang menyoroti segala bentuk kekerasan di dunia laki-laki.

Jual cerpen
King lahir dengan nama Stephen Edwin King di Portland, AS. Ia dan kakak angkatnya, David, dibesarkan ibu mereka seorang diri dalam keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di Fort Wayne, Indiana, dan Stratford, Connecticut.

King dikenal hobi berbaring di atas kasur dan membaca komik. Sejak di bangku sekolah, dia mulai menulis artikel untuk surat kabar lokal, Dave’s Rag. Lalu ia mulai menjual cerita karangannya kepada teman-temannya. Kesenangannya menulis berlanjut sampai ia lulus dari Universitas Maine. Setelah lulus ia sempat tak kunjung mendapat pekerjaan. King menjual cerpen karangannya ke majalah-majalah seperti Cavalier. Pada 1973, novel pertamanya dengan judul Carrie diterbitkan Doubleday. (H-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More