Penanganan Wasir Terkini Lebih Efektif

Penulis: (Ind/H-3) Pada: Rabu, 06 Sep 2017, 03:17 WIB Kesehatan
Penanganan Wasir Terkini Lebih Efektif

EKA HOSPITAL BSD

PENDERITA wasir tidak perlu merasa takut atau khawatir ketika harus dioperasi. Dengan metode penanganan terkini, pasien tidak lagi perlu menjalani prosedur operasi konvensional. Metode itu dilakukan dengan mengikat pembuluh darah yang mengalami gangguan wasir dengan panduan USG doppler. Manfaatnya, pasien tidak harus menjalani rawat inap hingga berhari-hari karena tingkat komplikasi pascapenanganan dengan metode tersebut dapat diminimalkan.

Dokter spesialis bedah digestif dari Eka Hospital BSD, Tangerang, Banten, Aditomo Widarso, menjelaskan wasir merupakan pelebaran pembuluh darah di sekitar anus. Pada beberapa kasus, pembuluh darah membesar karena proses pembengkakan sehingga menimbulkan gejala-gejala dan keluhan. Gejala wasir umumnya berupa perdarahan, tetapi biasanya tidak disertai nyeri.
“Tidak semua wasir harus operasi. Wasir stadium awal biasanya dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan dan perubahan gaya hidup seperti mengubah pola defekasi (buang air besar), sebaiknya jongkok, tidak boleh terlalu lama, makan tinggi serat, serta banyak minum air putih,” terangnya.

Lebih lanjut dia memaparkan wasir dibagi dalam empat tingkatan. Tingkat pertama, pembuluh darah di sekitar anus bengkak dan pecah, kemudian terjadi perdarahan. Pada stadium dua, ada bagian pembuluh darah yang keluar, tetapi masih dapat masuk dengan sendirinya. Pada stadium tiga, pembuluh darah sudah tidak bisa masuk sehingga harus didorong dengan tangan. Terakhir, stadium empat yakni pembuluh darah di anus keluar dan sama sekali tidak dapat masuk kembali. “Untuk wasir stadium lanjut dapat ditangani dengan metode pengikatan pembuluh darah dengan bantuan USG doppler,” kata dia.

Kekambuhan minimal
Aditomo menjelaskan, pada teknik pengikatan pembuluh darah dengan bantuan USG doppler, pembuluh darah besar di anus yang mengalami wasir diikat agar tidak bisa memasok darah bagi jaringan wasir dan pembuluh darah itu dapat kembali ke bentuk semula. Selain itu, wasir dijahit ke jaringan di dekatnya, lalu ditarik ke dalam agar tonjolan yang keluar dapat kembali masuk.
Metode tersebut, lanjut Aditomo, sangat disarankan bagi pasien karena waktu penyembuhannya relatif singkat daripada operasi konvensional. Pasien sudah bisa pulang satu hari pascapenanganan. Di samping itu, sambung dia, angka kekambuhannya pun minimal.

“Kita bekerja pada bagian yang tidak ada sarafnya. Berbeda dengan operasi konvensional, pasien harus menjalani operasi dengan memotong bagian yang terdapat saraf untuk membuang wasir sehingga pascaoperasi sakit yang dirasakan luar biasa,” pungkasnya. (Ind/H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More