MICS, Inovasi Bedah Jantung Terbaru Minim Sayatan

Penulis: Sri Yanti Nainggolan Pada: Jumat, 01 Sep 2017, 06:00 WIB Kesehatan
MICS, Inovasi Bedah Jantung Terbaru Minim Sayatan

thinkstock

LUKA sayatan yang lebar pada bagian dada kerap membuat pasien jantung merasa ngeri membayangkan operasi. Padahal, pasien penyakit jantung harus bisa menekan rasa takut agar operasi bisa berjalan lancar. Seiring majunya teknologi, operasi jantung kini hanya membutuhkan sayatan kecil dan pemulihan yang lebih cepat. Metode ini dikenal dengan Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS).

Metode canggih ini menggunakan alat bantu scope berlampu yang bisa melihat secara langsung atau melalui layar televisi dimana dokter bedah jantung akan membuka dinding dada sebelah kanan sebesar 5 cm untuk memasukkan peralatan.

"Biasanya bedah jantung melakukan irisan besar pada dada dengan membelah tulang dada agar bisa akses ke jantung, kalau MICS tidak perlu sebesar itu," ujar dr Royman CP Simanjuntak, SpBTKV dari Siloam Heart Institute (SHI) dalam temu media Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Kamis (31/8/2017).

Selain itu, proses pemulihan pada teknik bypass jantung ini juga tergolong lebih cepat dimana hanya membutuhkan waktu istirahat selama tiga minggu, dibandingkan bedah jantung pada umumnya yang memakan waktu istirahat hingga tiga bulan sebelum beraktivitas normal.
Teknik MICS ini bisa dilakukan pada beberapa jenis gangguan jantung seperti kasus katup (misalnya bocor katup) dimana pengobatan ini bisa memperbaiki atau mengganti bagian tersebut. Selain itu, metode ini juga bisa dilakukan pada gangguan penyempitan pembuluh darah atau penyakit bawaan jantung.

Selain bekas luka lebih kecil, metode ini juga bisa memangkas biaya pengobatan karena perawatan inap hanya 3-4 hari saja. Biaya untuk pengobatan ini dimulai dari Rp 150 juta dan sayangnya belum masuk dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. (MTVN/OL-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More