Erwin Gutawa: Tidak Pernah Memaksa

Penulis: (Rio/M-4) Pada: Sabtu, 26 Agu 2017, 00:01 WIB KICK ANDY
Erwin Gutawa: Tidak Pernah Memaksa

MI/SUMARYANTO BRONTO

UNGKAPAN buah jatuh tidak jauh dari pohonnya tampaknya memang benar. Setidaknya itulah yang terpikir ketika melihat Erwin Gutawa dan Gita Gutawa. Meski menjadi komponis, tak serta-merta Gita bercita-cita mengikuti sang ayah berkarier di bidang musik.

Gita akhirnya terjun di dunia musik Indonesia serta diajak berkolaborasi oleh sebuah band. Bahkan album pertama Gita bertajuk Kembang Perawan berhasil meraih double platinum dan membawa dirinya menjadi penyanyi serta album terbaru terbaik di ajang anugerah musik 2008.

Karier di dunia musik tak serta-merta membuat Gita melupakan pendidikan. Gita menyelesaikan pendidikan S-1 di Jurusan Ekonomi University of Birmingham, Inggris, dan S-2 di Jurusan Culture and Society London School of Economics and Politic Science. Bagi Erwin dan Gita, pendidikan sangatlah penting daripada apa pun. Meski sudah sibuk berkiprah di dunia musik, pendidikan tetaplah yang nomor satu. "Pendidikan itu memang sudah ditanamkan papa. Jadi ketika saya pertama kali mau terjun ke dunia musik pun papa langsung minta saya bernjanji untuk tidak melupakan pendidikan," tutur Gita.

Selain itu, Erwin Gutawa pun tak pernah memaksa anaknya untuk benar-benar terjun ke dunia musik. Namun, lingkungan dirinya yang selalu dekat dengan musik membuat anaknya perlahan mau mencoba dan pada akhirnya benar-benar berkiprah di dunia musik.

"Saya tidak pernah memaksa. Mungkin karena saya seorang musikus, jadi di rumah saya banyak alat musik, banyak teman musikus datang dan saya sering mengajak anak saya bertemu dengan teman-teman musikus. Mungkin dari sanalah Gita tertarik untuk mencoba dan sampai saat ini," ujar Erwin.

Erwin dan Gita sama-sama memiliki karier yang cemerlang di bidang musik. Terbukti dari banyaknya prestasi yang diraih dalam ajang nasional maupun internasional. Sekarang, ayah dan anak ini sedang berkolaborasi untuk mengaransemen ulang lagu nasional dalam album Kita Puja Indonesia.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More