Mencintai Rupiah, Mencintai Kedaulatan dan Kemandirian Indonesia

Penulis: Bank Indonesia Pada: Rabu, 16 Agu 2017, 17:39 WIB Advertorial
Mencintai Rupiah, Mencintai Kedaulatan dan Kemandirian Indonesia

ANTARA

"MENCINTAI dan bertransaksi menggunakan Rupiah sama dengan mencintai kedaulatan dan kemandirian Indonesia," ujar Presiden RI, Joko Widodo pada peluncuran uang Rupiah Tahun Emisi 2016, 19 Desember 2016.

Sesuai UU Mata Uang, Rupiah adalah alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan dalam setiap transaksi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kewajiban penggunaan Rupiah ada karena uang merupakan salah satu simbol sebuah negara.

Sebagai mata uang NKRI, sudah sewajarnya Rupiah berdaulat di bumi pertiwi, dan digunakan dalam seluruh transaksi.

Kecintaan terhadap Rupiah merupakan salah satu wujud kecintaan terhadap bangsa. Kecintaan dan kebanggaan terhadap Rupiah dapat pula membantu menjaga kestabilan nilai mata uang kita.

Sebagai salah satu bentuk kecintaan terhadap Rupiah, mari kita sama-sama menjaga dan merawat uang Rupiah. Uang rusak/tidak layak edar akan susah dikenali ciri-ciri keaslian uangnya oleh masyarakat. Mari kita tinggalkan kebiasaan yang kurang baik, misalnya membasahi, melipat dan meremas, mencoret-coret, serta mengokot (staple) yang Rupiah [Ingat 5
Jangan]. Budaya menjaga dan merawat uang Rupiah perlu kita tanamkan sejak usia dini.

Yuk #RawatRupiahmu agar tetap layak edar untuk digunakan sebagai alat transaksi.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More