Sayang Anak, Sayang Bangsa

Penulis: Denny Susanto Pada: Rabu, 16 Agu 2017, 10:07 WIB HUT RI
Sayang Anak, Sayang Bangsa

YOHANA Susana Yembise terus menebar senyum saat rombongan dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendatanginya, akhir Juli lalu. Sambil menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu menyalami Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah dan Anisa Cahayani, siswa SMAN 7 Banjarmasin, juara pertama lomba jingle Kompetisi Kreasi Adaptasi Perubahan Iklim Fokus Anak.

Hari itu, Ibnu Sina dan rombongannya mendapat penghargaan Banjarmasin sebagai kota layak anak kategori pratama. Piagam diserahkan di Kota Pekanbaru, Riau.

Berjuluk Kota Seribu Sungai, Banjarmasin memang layak menerima penghargaan itu. Setelah satu tahun lebih memimpin kota ini, Ibnu Sina telah membentuk Kampung KB-Kampung Baiman di lima kecamatan.

Keberadaan kampung ini memang mewadahi perempuan dan anak. Lewat program-programnya, kampung KB sangat memperhatikan kebutuhan perempuan dan anak.

Tidak berhenti di Kampung KB-Kampung Baiman, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyasar Taman Kamboja. Taman di Jalan H Anang Adenansi ini akan diubah menjadi ruang terbuka hijau ramah anak pada 2018.

“Taman Kamboja sebagai ruang terbuka hijau memang harus dipertahankan keberadaannya. Tahun depan, kami akan membangun air mancur menari dan aspek pendukung lain sehingga taman ini layak untuk anak,” papar Ibnu Sina.

Saat ini, di Taman Kamboja sudah ada tempat bermain anak. Tahun depan, khusus di blok B, sang wali kota sudah mengusulkan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk dibangun ruang terbuka hijau ramah anak.

Menteri Yohana Yembise juga mendukung upaya Pemkot Banjarmasin. Dia berencana hendak melihat langsung ke daerah ini.

Hak anak
Diraihnya penghargaan kota layak anak bagi Banjarmasin, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Iwan Fitriady, merupakan hasil kerja keras pemerintah kota dan seluruh komponen masyarakat. “Yang pasti kami bersyukur telah menerima penghargaan ini. Mudah-mudahan ini akan menambah semangat dan motivasi kami semua untuk mewujudkan Banjarmasin yang benar-benar ramah dan layak anak.”

Di Pekanbaru, Menteri Yohana mengatakan penghargaan kota layak anak sangat istimewa bagi para kepala daerah. Untuk menggulirkan program itu harus dibarengi dengan keinginan yang kuat untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

“Penilaian yang telah diberikan kepada kota layak anak ini melalui banyak tahap. Mulai dicermati, dipantau, dan dianalisis,” tambahnya.

Program ini, lanjut Menteri, secara teliti digulirkan untuk melihat kemajuan yang dicapai kabupaten dan kota dalam memenuhi perlindungan dan hak anak. “Gubernur, wali kota, dan bupati yang telah mendapat penghargaan perlu berbangga hati karena penilaian tidak hanya dilakukan pemerintah, tapi juga tim independen yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi.”

Yohana Yembise berharap para pemimpin daerah yang telah menerima penghargaan agar lebih tertantang untuk memberi perhatian besar pada pemenuhan hak serta kebutuhan anak di wilayahnya.

“Melindungi satu anak sama dengan melindungi satu bangsa. Berani menerima penghargaan ini, berarti tanggung jawab para kepala daerah lebih besar untuk meningkatkan apa yang telah dicapai hari ini,” tegasnya. (N-2)

denny_susanto@mediaindonesia.com

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More