Perangi Narkoba dari Metro Jaya

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Selasa, 15 Agu 2017, 10:10 WIB Megapolitan
Perangi Narkoba dari Metro Jaya

ANTARA

SEPANJANG 2017, pengungkapan kasus narkoba diwarnai penindakan tegas terhadap para bandar dan pelaku.

Tindakan itu menimbulkan kritik lantaran dinilai tidak akuntabel.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengklaim penindakan tegas dilakukan secara terukur.

"Narkoba adalah kejahatan luar biasa. Jelas kebijakan pemerintah, apabila ada orang asing yang ingin meracuni ge-nerasi kita, kita tindak tegas," tegas Idham dalam pidatonya di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, pekan lalu.

Persoalan menindak tegas pelaku narkoba kerap menimbulkan kritik sebagai bentuk pelanggaran HAM.

Perlawanan dari pelaku saat proses penangkapan kerap kali menjadi alasan kepolisian melakukan tindakan tegas.

Sejak awal Januari hingga Mei 2017, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut ada 31 pelaku kejahatan narkoba yang tewas ditembak saat proses penangkapan.

Setelah itu, sejumlah penjahat narkoba yang tewas ditembak terus bertambah.

Analis kebijakan narkotika Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Yohan Misero mengatakan klaim 'melawan' tidak dapat diakses secara terbuka.

"Problemnya buat kita, kita tidak punya akses untuk mengetahui perlawanan si pelaku sejauh apa. Jadi tidak akuntabel proses ini," kata Yohan.

Yohan mempertanyakan mengapa para pelaku harus ditembak mati, alih-alih ditembak di bagian kaki, misalnya.

Menurutnya, sangat mungkin penembakan-penembakan tersebut melewati batasan-batasan yang diberikan hukum.

"Narasi tembak di tempat ini harus dihentikan karena tidak akuntabel," imbuhnya.


Punya prosedur

Dalam menanggapi kritik terkait dengan isu HAM, Idham menegaskan jajarannya tidak perlu takut dituding melanggar HAM.

"Tidak perlu (takut) harus melanggar HAM. Kita kan punya prosedur dalam tindakan sepanjang terukur dan sesuai prosedur. Itu kita tak perlu ragu."

Idham memberi contoh pelaku yang tewas ditembak, misalnya Lin Ming Hui, warga negara Tiongkok, selaku penjemput 1 ton sabu di dermaga Hotel Mandalika di Serang, Banten.

Menurut keterangan polisi, Lin Ming Hui berupaya menabrak personel kepolisian hingga akhirnya ditembak.

Pada Senin (7/8) Polres Jakarta Barat juga menindak tegas salah satu pelaku dari total 29 orang yang digerebek di kawasan Kali Apuran, Kampung Ambon, Jakarta Barat.

Penggerebekan dilakukan berdasarkan pengembangan penyelidikan atas temuan 60 kilogram sabu tak bertuan di salah satu mal di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Sebelumnya pada 24 Juli, warga negara Tiongkok lainnya, LX, yang terbukti menyelundupkan 41,6 kilogram sabu di Kalideres, Jakarta Barat.

Idham tidak akan surut dalam memerangi narkoba. Bahkan, ia mengancam akan mengganti jajarannya yang tidak serius memberantas peredaran narkoba.

"Sejak saya jadi Kapolda Metro Jaya (26/7), yang pertama saya kumpulkan ialah seluruh kasat narkoba. Saya cuma kasih satu bulan. Kalau dia tak bisa berbuat atau menindak para bandar, saya ganti. Masih banyak pemain cadangan, masih banyak yang lain," tegasnya. (J-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More