Teknologi Buatan Indonesia Paling Kekinian

Penulis: Suryani Wandari/M-1 Pada: Minggu, 13 Agu 2017, 01:31 WIB MI Anak
Teknologi Buatan Indonesia Paling Kekinian

MI/Seno

Potongan pesawat bagian depan itu bersandar di ruangan terbuka. Beberapa orang masuk dan duduk di kursi penumpang yang hanya ada 3 baris.

Mereka berrgantian masuk kokpit pesawat alias flight deck yang merupakan sebuah ruangan khusus di bagian depan pesawat yang biasanya hanya boleh dimasuki pilot dan kopilotn untuk mengendalikan pesawat.

Ya, jika biasanya penumpang pesawat tidak boleh memasuki ruangan ini, Selasa (8/8) Medi dan pengunjung lainnya dapat masuk untuk melihat bahkan duduk di kursi sang pilot mengemudi loh. Ternyata terdapat setir, tuas dan banyak tombol loh. Tak hanya di samping tangan, bahkan di belakang kursi hingga atas pun dipenuhi tombol-tombol ukuran kecil, bingung ya mengemudikannya. Tapi tenang, kokpit ini tidak bisa terbang kok sobat.

Kokpit pesawat CN-250 milik PT Dirgantara Indonesia ini memang dihadirkan dalam acara Bekraf Habibie Festival 2017 yang diselenggarakan pada 7-13 Agustus 2017 di Jakarta International Expo (JI Expo) Kemayoran.

Di tahun ke-4 Habibie Festival ini hadir lebih besar daripada tahun sebelumnya. "Tema kami Technology and innovation for people--Lihat, sentuh, dan rasakan teknologi terbaru untuk masa depan yang lebih baik. Ada lebih dari 100 perusahaan dan komunitas dengan beragam aktivitas yang memamerkan produk iptek dan inovasi," kata Ilham Akbar Habibie, Pendiri dan Ketua Gerakan Berkarya Indonesia dan Habibie Festival 2017 dalam talkshow hari itu.

Teknologi untuk pertahanan negara

Sesuai temanya, festival kali ini memang mengajak masyarakat tak hanya melihat, tapi juga menyentuh dan merasakan teknologi yang dimiliki Indonesia. Ya, ilmu teknologi yang dimiliki Indonesia juga berkembang pesat dan dapat bersaing dengan negara lain loh sobat. Keren-keren kan sobat teknologi yang dimiliki anak bangsa Indonesia?

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More