Unjuk Rasa Warnai Rakerda PDIP NTT

Penulis: Palce Amalo Pada: Sabtu, 12 Agu 2017, 18:43 WIB Nusantara
Unjuk Rasa Warnai Rakerda PDIP NTT

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

PULUHAN orang yang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan (Amplas) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar unjuk rasa di depan Hotel Sylvia, Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, Sabtu (12/8), sekitar pukul 09.00 Wita.

Di hotel tersebut tengah berlangsung Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTT yang dihadiri kader PDIP dari seluruh kabupaten dan kota di NTT, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Idham Samawi, serta Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya.

Mereka berorasi dan membawa spanduk yang memuat tulisan permintaan kepada PDIP tidak meloloskan kadernya yang tidak memiliki ijazah menjadi wakil rakyat. Unjuk rasa dijaga polisi dari Polres Kupang Kota serta berjalan aman dan tertib.

"Kami minta PDIP tidak selalu meloloskan kadernya yang tidak berijazah untuk duduk di DPRD khususnya di Kota Kupang," kata kuasa hukum Amplas, Frans Ndun, yang ikut dalam unjuk rasa tersebut.

Frans mengatakan pihaknya menemukan bukti yang menyebutkan salah seorang anggota DPRD Kota Kupang berijazah SMP palsu. Hal itu diperkuat oleh surat pemberitahuan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kupang Thimotius M Selly tertanggal 24 Juli 2017 yang menyebutkan sekolah tidak pernah mengeluarkan ijazah anggota DPRD berinsial FPP yang diduga memiliki ijazah palsu.

Menurut Frans, anggota partai politik yang tidak memiliki ijazah, tidak memenuhi syarat sebagai anggota legislatif maupun calon anggota legislatif.

"Jajaran PDIP harus menindaklanjuti masalah ini seusai ketentuan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, dan peraturan partai," ujarnya.

Sementara itu sampai pukul 12.00 Wita, para pengunjuk rasa belum beranjak dari lokasi tersebut. Adapun Rakerda PDIP NTT tersebut antara lain membahas Pilkada serentak Gubernur NTT serta Pilkada di 10 kabupaten dan kota.

Saat ini, PDIP NTT telah menerima pendaftaran sembilan bakal calon gubernur dan dua bakal calon wakil gubernur.

Dua bakal calon wakil gubernur tersebut yakni Mikhael Umbu Zaza dan Novianto Umu Pati Lende. Sedangkan sembilan bakal calon gubernur ialah Raymundus Sau Fernandes, Ibrahim Medah, Daniel Tagu Dedo, Ayub Titu Eki, Kristo Blasin dan Daniel Hiroson Wadu, Honing Sani, Hironimus Fernadez dan Yoseph Suni. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More