Pemprov DKI Teruskan Reklamasi Pulau G

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 12 Agu 2017, 09:30 WIB Megapolitan
Pemprov DKI Teruskan Reklamasi Pulau G

MI/RAMDANI

PEMERINTAH Provinsi DKI akan melanjutkan reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta.

Hal itu ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat setelah mengetahui hasil putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi yang diajukan nelayan atas putusan banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta soal izin reklamasi Pulau G.

“Semua negara itu pasti ada reklamasi. Kalau ini dihentikan, gimana, kan begitu. Menang ya (reklamasi) terus dong, alhamdulillah,” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.

Djarot menegaskan akan menyiapkan proses reklamasi dengan baik.

Berdasarkan website MA, kemarin, putusan tersebut diketukpalukan hakim agung Yulius sebagai ketua majelis dibantu hakim agung Yosran dan hakim agung Irfan Fachruddin sebagai anggota majelis. Putusan kasasi yang teregistrasi dengan No 92 K/TUN/LH/2017 diketukpalukan pada 19 Juni 2017.

‘Mencermati pertimbangan hakim PT TUN Jakarta dalam perkara Nomor 228/B /2016/PT TUN JKT hakim telah lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan peraturan perundang-undangan dalam hal hukum pembuktian yang seharusnya diterapkan dalam pemeriksaan untuk dapat memenuhi kebenaran formil’, demikian petikan putusan kasasi MA.

Gugatan tersebut diajukan warga bernama Nur Saepudin, Perkumpulan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Sebelumnya, para penggugat itu memenangi gugatan pada 31 Mei 2016 di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta.

Akan tetapi, pada tingkat banding yang disidang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta, putusan para penggugat ditolak hakim dan hakim memenangkan Gubernur DKI.

Hingga di tingkat kasasi, putusan itu pun tetap menguatkan putusan PT TUN Jakarta. (Aya/X-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More