Block71 Jakarta Hubungkan Start-up Indonesia-Singapura

Penulis: (Mut/S-4) Pada: Senin, 31 Jul 2017, 01:15 WIB Ekonomi
Block71 Jakarta Hubungkan Start-up Indonesia-Singapura

FOTO ANTARA/Eddy

PUSAT ekosistem bisnis rintisan atau start-up asal Singapura, Block71, kini hadir di Indonesia. Itu adalah inovasi hasil kerja sama antara National University of Singapore (NUS) Enterprise dan Salim Group. Bukan hanya memiliki lokasi yang strategis karena berada di pusat kota, tepatnya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Block71 Jakarta didukung akses jaringan global. Ini memungkinkan wirausaha dan inovator dari setiap negara membangun hubungan dan komunitas start-up di Indonesia.

"Kami berharap Block71 Jakarta memfasilitasi pertukaran ide, inovasi, dan keahlian secara dua arah antara Singapura dan Indonesia," ujar Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Lim Hng Kiang saat acara peresmian Block71 Jakarta di Ariobimo Sentral, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/7).

Direktur Eksekutif Salim Group Axton Salim menerangkan sejak beroperasi pada Maret lalu, Block71 Jakarta hingga kini memfasilitasi lebih dari 20 start-up yang separuhnya berasal dari Singapura. CEO of NUS Enterprise Lily Chan menambahkan, pihaknya telah mengidentifikasi teknologi dan start-up asal Singapura yang tertarik untuk menguji coba ide mereka di Indonesia. Fasilitas baru yang berbasis di dalam negeri itu juga dijadikan sebagai platform bagi para mahasiswa NUS yang tertarik belajar lebih dalam tentang pasar Indonesia.

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More