Polisi Mulai Tindak Pengendara yang Naiki Trotoar

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Senin, 17 Jul 2017, 19:55 WIB Megapolitan
Polisi Mulai Tindak Pengendara yang Naiki Trotoar

MI/ARYA MANGGALA

VIRALNYA kejadian pertikaian antara pejalan kaki dan pengendara motor karena jalur pejalan kaki dilintasi oleh kendaraan bermotor akhirnya memancing polisi bereaksi.

Pihak kepolisian menyatakan akan meningkatkan kegiatan patroli terhadap pengendara motor yang menaiki trotoar. Berdasarkan hasil razia pada Senin (17/7) pada pukul 14.00-17.00 WIB, polisi mendapati ada 61 pelanggar yang menaiki trotoar di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Kami akan tingkatkan kegiatan rutin dan melakukan tindakan kepada pelanggar lalu lintas yang melawan arus dan mengendarai kendaraan di trotoar, itu dua kegiatan yang kita anjurkan dimana pun," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Panggara di jakarta, Senin (17/7).

Menurut Halim, patroli dilaksanakan di sejumlah titik yang dianggap paling sering terjadi pelanggaran. Salah satunya di Kebon Sirih dan di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Dihubungi terpisah, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKB Budiyanto mengatakan dari 61 pelanggar yang didapati anggotanya, Senin, polisi menyita barang bukti berupa SIM dan STNK mereka.

Mereka, kata Budiyanto, semestinya dikenakan sanksi atas pelanggaran lalu lintas dan peraturan daerah tentang ketertiban umum. Sanksi tilang yang dikenakan ialah hukuman penjara maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu.

"Selain sanksi tilang, seharusnya dari Satpol PP juga mengenakan pelanggaran atas Perda tentang ketertiban umum," kata Budiyanto.

"Apa pun alasannya tetap harus ditindak. Pengendara juga harus memahami bahwa trotoar itu hanya boleh digunakan oleh pejalan kaki," ujarnya. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More