Aksi Demo Warnai Hari Pertama Masuk Sekolah

Penulis: Solmi Pada: Senin, 17 Jul 2017, 17:21 WIB Nusantara
Aksi Demo Warnai Hari Pertama Masuk Sekolah

ANTARA/RISKY ANDRIANTO

AKSI demo puluhan warga mewarnai suasana hari pertama masuk sekolah di SMA Negeri 4 Kota Jambi, Senin (17/7). Dilakoni sebagian besar ibu-ibu, aksi yang ditandai dengan pemblokiran jalan masuk ke sekolah di kawasan Mayang tersebut dipicu oleh tidak terakomodasinya puluhan calon siswa melalui jalur lingkungan sekolah.

Aksi protes yang ditandai selebaran karton dan pelintangan potongan kayu di ruas jalan masuk ke sekolah SMA Negeri terbilang favorit di Kota Jambi itu.

Aksi tersebut juga sempat memacetkan lalu-lintas dan menjadi tontonan siswa dan para wali murid yang ramai datang mengantarkan anak mereka pada hari pertama masuk sekolah, Senin (17/7).

Beberapa ibu yang ditanyai Media Indonesia, mengaku mereka terpaksa melakukan aksi karena tidak ada kepastian jawaban dari pihak pengelola sekolah terhadap nasib anak mereka yang ingin masuk SMAN 4 melalui jalur lingkungan.

Beruntung aksi tersebut berjalan singkat, karena Kepala Sekolah SMAN 4 Yorinal bergegas merespon dan mengajak perwakilan pengunjukrasa membicarakan tuntutannya secara baik-baik ke dalam ruangan SMAN 4.

Melalui pertemuan, Yorinal menyatakan, sesuai aturan dan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, sekitar 30 orang anak-anak warga yang belum terakomodasi, setelah melalui verifikasi data yang akurat, akan ditampung bersekolah di SMAN 4 Kota Jambi.

Sementara itu, suasana pertama masuk sekolah, baik SD, SLTP maupun SLTA, di sejumlah pelosok Kota Jambi, pada Senin (17/7) ditandai banyaknya kemacetan lalu-lintas. Kemacetan dipicu sempitnya ruas jalan, banyak warga yang mengantarkan anaknya dengan kendaraan roda empat dan roda dua pada waktu hampir bersamaan sekitar pukul 06.30 WIB. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More