Media Center Daerah Kerap Menyuarakan Isu Lokal ke Tingkat Nasional

Penulis: Putra Ananda Pada: Senin, 17 Jul 2017, 15:22 WIB Humaniora
Media Center Daerah Kerap Menyuarakan Isu Lokal ke Tingkat Nasional

SINERGI yang terjadi antara Media Center (Medcen) Daerah dengan portal berita milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yaitu Infopublik.id dinilai cukup efektif dalam menyuarakan isu-isu lokal ketingkat nasional.

Selain itu, sinergi tersebut juga merupakan sebuah fasilitas bagi Pemerintah Daerah dalam menginformasikan kebijakan mereka di tingkat nasional.

Pemimpin Redaksi Infopublik Ahmed Kurnia menuturkan bahwa media-media mainstream kerap mengabaikan isu-isu lokal yang ada di luar Jakarta. Padahal, bukan tidak mungkin isu yang berasal dari daerah tersebut dapat menginspirasi masyarakat di luar daerah tersebut.

"Seperti contohnya ada masyarakat desa yang membangun jalan secara swadaya, meski hal ini terdengar sepele namun jika diperhatikan bisa memberi inspirasi kepada masyarakat lain pentingnya membantu pemerintah dalam membangun infrastruktur," jelas Ahmed, di Jakarta, Senin (17/7).

Adapun, lebih lanjut Ahmed menjelaskan setidaknya ada tiga isu yang menjadi isu utama dalam pemberitaan yang dilakukan oleh Medcen itu di antaranya adalah hal-hal yang menyangkut kebijakan publik, pelayanan publik, serta partisipasi publik.

Kehadiran Medcen diharapkan juga biasa membuat masyarakat daerah menjadi subjek berita. Bukan lagi objek berita yang selama ini kerap terjadi di media-media mainstream.

"Melalui Infopublik.id Negara dapat hadir menyuarakan informasi-informasi yang ada di daerah," jelas Ahmed. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More