Prancis Siap Jadi Fasilitator Krisis Teluk

Penulis: AFP/Arv/I-2 Pada: Senin, 17 Jul 2017, 09:08 WIB Internasional
Prancis Siap Jadi Fasilitator Krisis Teluk

Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah (kanan), bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian di Istana Bayan, Kuwait City, Minggu (16/7). -- AFP PHOTO/KUNA/Handout

SETELAH Amerika Serikat (AS) menawarkan bantuan menjadi mediator, kini Prancis ikut turun tangan menawarkan diri menjadi fasilitator dalam aksi mediasi yang dipimpin Kuwait terkait dengan krisis antara Qatar dan empat negara Teluk lainnya.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan Prancis sangat prihatin dengan kemerosotan hubungan antara Qatar dan negara-negara tetangganya itu.

“Prancis sedang berbicara dengan semua negara itu untuk membantu mencari solusi. Kami tidak ingin menggantikan mediator, kami hanya ingin menjadi fasilitator,” katanya.

Le Drian tiba di wilayah tersebut setelah misi mediasi empat hari oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson yang berakhir pada Kamis (13/7) gagal memberikan kemajuan untuk meredakan ketegangan di Teluk.

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyambut baik dukungan Prancis untuk mediasi yang bertujuan menemukan solusi berdasarkan dialog yang konstruktif dan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.

“Kami menantikan dukungan Prancis terhadap upaya mediasi,” tandasnya.

Arab Saudi dan negara-negara sekutunya menjatuhkan sanksi kepada Doha pada 5 Juni termasuk menutup perbatasan darat dengan Qatar, melarang Qatar menggunakan wilayah udara milik mereka, dan mengusir warga Qatar dari wilayah mereka.

Arab Saudi dan sekutunya menuding Qatar mendukung kelompok ekstremis dan tidak suka karena Doha menjalin hubungan dekat dengan musuh mereka, Iran.

Adapun Le Drian mengatakan Prancis ingin meningkatkan kerja sama dengan Qatar untuk melawan terorisme terutama mengatasi pembiayaan kelompok-kelompok radikal. (AFP/Arv/I-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More