Megawati Berkisah Kesan Pertamanya Mengenal KH Hasyim Asy'ari

Penulis: Intan Fauzi Pada: Kamis, 13 Jul 2017, 19:47 WIB Politik dan Hukum
Megawati Berkisah Kesan Pertamanya Mengenal KH Hasyim Asy

ANTARA

PRESIDEN ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri mengisahkan kesan pertama pertemuan dirinya dengan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari di depan 700-an ulama yang hadir dalam Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia.

Awalnya, Megawati mengatakan, sedari kecil, ia sudah dididik disiplin, salah satunya berpakaian rapi saat menerima tamu. Suatu hari, ayah Megawati, Presiden Soekarno, menerima tamu yang menurut Megawati berpenampilan tak biasa.

"Saya berbisik pada beliau, mungkin agak keras, saya bilang 'Bapak, tamu Bapak itu kok tidak sopan'. Bapak saya mukanya merah," kata Megawati di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/7).

Megawati mengatakan demikian lantaran tamu yang mengunjungi Presiden pertama RI itu mengenakan sandal. Sebagai anak yang polos, ia melihat sandal kurang sopan dipakai bertamu.

Soekarno pun mengantarkan Megawati untuk keluar dulu. Kemudian Soekarno mengatakan, kalau tamu tersebut merupakan para kiai. Megawati pun tak tahu apa kiai itu, apalagi nama kiai tersebut.

"Saya enggak pernah tahu siapa itu (kiai). Tapi enggak sopan, kenapa pakai sandal ya," pikir Megawati kala itu.

Di suatu kesempatan, Megawati bertemu kembali dengan tamu tersebut. Dengan rasa penasarannya ia bertanya. "Saya enggak boleh pakai sandal kalau bertamu, kenapa bapak diizinkan pakai sandal, pakai sarung," ucapnya.

Namun Soekarno menjelaskan, kalau teman-temannya itu yang bersandal merupakan para pejuang kemerdekaan juga. Itulah rekam pikir Megawati mengenai para ulama saat itu.

"Dari situ saya mulai mengetahui ada yang namanya kaum ulama dari Nahdlatul Ulama," ungkap Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

Kemudian seiring ia beranjak dewasa, akhirnya ia mengetahui kalau pria yang bertanu dengan sendal itu ialah KH Hasyim Asy'ari.

"Waktu itu republik baru merdeka, akibat masih belum stabil, kami hijrah karena pemerintahan pindah ke Jogja. Masih ingat itu yang pakai sandal sarung itulah namanya KH Hasyim Asy'ari beserta ibunya. Itu masa-masa ketika Indonesia baru satu tahun merdeka kami berada di Jogja," kenang dia.

Megawati menjelaskan, Soekarno saat itu berteman baik dengan KH Hasyim Asy'ari. Soekarno sering meminta pandangan soal membela negara berdasarkan hukum Islam.

Perkenalan Megawati dengan kiai dan ulama semakin lekat setelah ia mengenal Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Apalagi, Soekarno sering mengatakan kepadanya kalau Indonesia bisa merdeka tidak terlepas dari jasa kiai dan ulama.

"Apa kurang cukupnya ketika ayah saya mengatakan tanpa mereka kemungkinan kita tidak akan merdeka," ungkap Megawati. (MTVN/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More