Buka Bersama Anak Yatim di Wihara

Penulis: Dede Susianti Pada: Senin, 19 Jun 2017, 07:26 WIB Ramadan
Buka Bersama Anak Yatim di Wihara

Anak-anak yatim mengikuti buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada ratusan anak yatim piatu oleh jemaat umat Buddha di Wihara Dhanagun, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/6). -- MI/Dede Susianti

PADA Sabtu (17/5) petang, ada yang berbeda di Wihara Dhanagun, Bogor, Jawa Barat. Ratusan anak hadir di sana. Mereka anak-anak dari panti asuhan yang tengah mengikuti acara buka puasa bersama di rumah ibadah umat Buddha itu.

Menurut Franky Sibbald, perwakilan dari Yayasan Dhanagun, kegiatan itu rutin digelar setiap Ramadan sebagai ajang kebersamaan.

“Tujuannya lebih pada menciptakan kebersamaan. Kita berbagi rasa, berbagi kebahagiaan. Kami berterima kasih karena kami diberi kesempatan untuk berbagi pada sesama di wihara. Terima kasih kepada pemerintah kota dan para donatur,” ujar Franky.

Dia menyebutkan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan itu melibatkan anak-anak yatim piatu dan kaum duafa yang tersebar di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor.

“Kurang lebih ada 400 anak yatim piatu dan duafa. Kita bekerja sama dengan TNI. Pihak TNI terlibat di sini. Mereka yang mencari anak-anak yang sekarang hadir ini,” katanya.

Selain buka bersama, kegiatan itu diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu. Santunan yang diberikan berupa paket hadiah dan uang tunai. Namun pihaknya enggan menyebutkan besarannya. “Sekadar bingkisan dan ada sedikit uang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sebelumnya, pada Rabu (14/5), wihara tersebut menggelar buka puasa bersama tokoh masyarakat, ulama, muspida, dan sejumlah warga Bogor.

Yatim piatu
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam ceramahnya di hadapan ratusan anak-anak itu menceritakan dirinya yang juga sudah yatim piatu. Dia kehilangan ibu bapak sejak usia sekolah.

Bima pun memberikan semangat. Menurutnya, sejarah dunia mencatat, tokoh besar, pemimpin hebat, dan orang sukses sebagian ialah anak yatim, seperti Nabi Muhammad SAW.

“Nabi Muhammad SAW ialah anak yatim hebat sepanjang masa. Jadi, yang yatim bersemangat. Jangan khawatir. Banyak presiden, menteri-menteri, pengusaha hebat adalah yatim piatu,” kata Bima.

Namun, lanjutnya, ada dua syarat untuk mencapai kehebatan itu, yakni ibadah dan ikhtiar. Selain itu, harus berbakti kepada orangtua.

“Tidak ada orang yang sukses, tidak ada anak yang hebat, tetapi durhaka pada orangtua. Surga berada di bawah telapak kaki ibu. Kalau orangtuanya masih ada, doakan dan bahagiakan. Yang sudah tidak ada, doakan. Doa anak menjadi amal yang tak terputus bagi orangtua,” tuturnya.

Sementara itu, sukacita tampak dari raut wajah anak-anak yang hadir. Mereka berbaur dan bersenda gurau. Sebelum pembagian paket, mereka makan bersama. Menu hidangan kali itu ialah ngaliwet, yakni nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang dan dinikmati dengan duduk lesehan.

Kesan anak-anak yang mengikuti kegiatan itu pun beragam. Namun, umumnya mereka mengaku senang.

“Saya merasa berbeda. Ini baru pertamakali buka puasa tapi di wihara, tempat ibadah umat Buddha, tapi bagus juga karena ini juga bagian dari keragaman Tanah Air kita,” kata Indah Efriansyah, salah satu anak yatim yang kini duduk di kelas 2 sekolah menengah kejuruan.

Selain dihadiri wali kota, kegiatan itu dihadiri tokoh masyarakat lainnya, termasuk Dandim 0606 Kota Bogor yang bersama wali kota dan sejumlah tokoh dari Wihara Dhanagun menyerahkan bingkisan dan uang tunai kepada anak-anak yatim itu. (H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More