Kejuaraan Dunia Jadi Seleksi Pemungkas

Penulis: Rul/R-2 Pada: Minggu, 04 Jun 2017, 08:12 WIB Olahraga
Kejuaraan Dunia Jadi Seleksi Pemungkas

ANTARA FOTO/Basri Marzuki

SETELAH Islamic Solidarity Games (ISG) 2017, tim nasional taekwondo Indonesia bersiap menghadapi uji coba selanjutnya di Kejuaraan Dunia 2017 di Muju, Korea Selatan, pada 24-30 Juni. Kejuaraan tersebut akan menjadi ajang seleksi terakhir tim taekwondo Indonesia untuk nomor kyorugi (tarung) yang akan diterjunkan ke SEA Games 2017.

“Di kejuaraan dunia, kita akan melihat perkembangan atlet. Kalau sudah berusaha maksimal dan ternyata kalah, itu yang menjadi evaluasi dan di sini akan menjadi ajang degradasi dan seleksi terakhir atlet ke SEA Games,” ujar manajer pelatnas taek-wondo, Rahmi Kurnia, saat dihubungi, Jumat (2/6).

Saat ini 16 atlet bergabung di pusat pelatnas taekwondo di kawasan Institut Olahraga Indonesia, Cibubur. Mereka terdiri atas tujuh atlet putra dan tiga putri untuk nomor kyorugi dan tiga putri dan tiga putra untuk nomor pomsae (seni).

Rahmi mengungkapkan peluang meraih emas di SEA Games 2017 terbuka lebar di nomor kyorugi. Karena itu, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) akan melakukan seleksi ketat kepada para taekwondoin.

“Di Kejuaraan Dunia 2017 juga kita ingin mengejar poin untuk bisa lolos di Olimpiade 2020, untuk lolos kita harus mengumpulkan 200 poin dan di Kejuaraan Dunia 2017 medali emas meraih 120 poin. Kalau kami gagal mewujudkannya, kami akan berupaya maksimal di kualifikasi untuk memperoleh tiket Olimpiade,” tandasnya.

Untuk atlet pomsae, dua turnamen uji coba internasional akan menjadi ajang evaluasi dan seleksi. Pertama ialah Austria Terbuka 2017 17-18 Juni dan Chuncheon Terbuka di Korea Selatan 2-7 Juli.

Dari cabang angkat besi, latihan bagi para lifter yang dipanggil untuk ikut pelatnas baru akan dilakukan awal pekan depan. Pelatih nasional angkat besi, Dirja Wiharja, mengungkapkan pascatampil di ISG 2017, para lifter diliburkan.

“Dari Evaluasi hasil di ISG 2017, diketahui, para atlet masih banyak kekurangan terutama dari segi power sehingga kami akan fokus meningkatkan hal itu di pelatnas. Program latihan yang akan dijalani lifter ialah 75% power dan 25% teknik,” tandas Dirja. (Rul/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More