Tahun ini Serbadigital

Penulis: Zat/M-2 Pada: Minggu, 04 Jun 2017, 05:31 WIB Ekonomi
Tahun ini Serbadigital

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Makmur di Jalan Ciganitri, Desa Cipagalo, Bojoangsoang, Kabupaten Bandung, menempati bangunan dua lantai.

Bukan cuma kehadiran anggota yang silih berganti memarkir motor untuk kemudian menyetor tabungan atau membayar simpanan yang jadi penanda geliat KSP itu, bangunan dua lantai di seberangnya, yang tengah dalam proses pembangunan, juga memvalidasi koperasi itu terus bertumbuh.

"Bangunan ini akan kami fungsikan sebagai gedung serbaguna. Jika dijumlah dengan harga tanah dan total biaya pembangunan, bisa mencapai Rp4 miliar, dan itu sepenuhnya aset KSP," kata Hadna Setiadi, Ketua KSP Rukun Makmur, yang mengaku lulusan Sekolah Rakyat dan mengaku mengembangkan koperasi yang dirintisnya sejak 1983 dengan semaksimal mungkin mematuhi regulasi serta panduan yang didapatnya dari berbagai pelatihan.

Bukan cuma pembangunan fisik, upaya untuk terus berkembang pun berwujud pada implementasi sistem digital. "Kami investasikan ratusan juta untuk sistemnya. Pengurus dan pengelola sudah ikut pelatihan juga. Semuanya akan diimplementasikan tahun ini. Dalam bulan-bulan ini nantinya di sini akan seperti bank. Anggota sudah meminta itu dalam rapat anggota tahunan," kata Juanda, Sekretaris KSP Rukun Mekar. Meski inovasi digenjot, identitas sebagai koperasi yang berdaya dan memberdayakan dijaga betul.

"Kekeluargaan itu kami terapkan bukan hanya saat kondisi baik. Ketika anggota kesulitan, kami datangi mereka, tanya penyebab dia tak membayar pinjamannya, membantu menghubungkannya dengan pembeli," ujar Hadna yang pada 2016 membagikan sisa hasil usaha Rp1,4 miliar kepada anggota koperasinya.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More