Kolaborasi Itang Yunasz dan Gajah Duduk

Penulis: Imania Kamila Pada: Rabu, 17 Mei 2017, 14:00 WIB MI Gaya
Kolaborasi Itang Yunasz dan Gajah Duduk

MI/Imania

FESYEN busana muslim memang masih unik untuk ditelusuri. Kiprahnya yang semakin meroket mendorong para lini busana berlomba-lomba menghasilkan kreasi terbaru.

Tidak ketinggalan desainer senior Itang Yunasz yang kembali menghadirkan koleksi ready to wear terbarunya bertepatan dengan momen bulan Ramadan.

Kali ini Itang Yunasz digandeng oleh Gajah Duduk, brand sarung ternama dari perusahaan asal Indonesia PT Pismatex yang didirikan 1972.

Kolaborasi menghasilkan dua brand bertema Kabana by Itang Yunasz yang menyasar perempuan muda dinamis serta Gajah Duduk X Itang Yunasz yang banyak mengeksplorasi material sarung sebagai bahan dasar busana.

Nama Kabana terinspirasi dari seni merangkai bunga Jepang ‘Ikebana’ yang mengutamakan harmoni dan balance dalam menciptakannya.

“Seperti namanya, lini ini ditujukan bagi perempuan belia 20-40 tahun yang ceria, bersemangat, aktif, dan stylish. Unsur balance muncul dari desain-desain ya yang senantiasa masa kini namun tetap mengedepankan potongan yang santun,” papar Itang Yunasz saat press conference di Rumah Gajah Duduk, Jakarta, Selasa (16/5).

Peluncuran brand Gajah Duduk by Itang Yunasz menjadi solusi jitu untuk mendorong kaum muda menjadikan sarung sebagai padu padan dalam berbusana sehari-hari. Melalui modifikasi desain dan model dari sarung yang disuguhkan, Gajah Duduk ingin merubah mindset kaum muda bahwa sarung kini tidak hanya sekadar untuk beribadah ataupun digunakan bersantai di rumah.

Penggunaan sarung dengan menghadirkan inovasi tentunya tetap mempertahankan tradisi dan kenyamanan.

“Kolaborasi Gajah Duduk dengan Itang Yunasz ini sebagai announcement kami untuk melanjutkan step di dunia fashion dan di dunia sarung di Indonesia. Tapi kedepannya tentu saja kami ingin menyasar pasar di Indonesia terlebih dulu dan hopefully bisa sejajar di negara lainnya karena bisnis fesyen di dunia sedang menanjak," tutur Affan Helmy dari Gajah Duduk.

Ia mengatakan, pihak Gajah duduk juga ingin melakukan branding dan Itang Yunasz dinilai merupakan partner yang tepat untuk melanjutkan langkah perusahaan ke depan, baik dari segi design maupun sisi visi perusahaan.

"Design tentunya harus disamakan dengan design etos Gajah Duduk,” tambahnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More