Pooling

Rekatkan Kembali Nilai-Nilai Kebhinekaan yang Terkoyak

Rabu, 19 April 2017 16:39 WIB

PEMUNGUTAN suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang diikuti pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno telah terlaksana, Rabu (19/4) siang dengan berbagai dinamikanya.

Sambil menunggu hasil penghitungan manual resmi dari KPU DKI Jakarta, warga DKI Jakarta disuguhi oleh hasil penghitungan cepat (quick count) oleh beberapa lembaga survei.

Hampir semua lembaga survei yang berkompeten mengumumkan bahwa pasangan nomor urut tiga Anies-Sandi unggul dengan silisih suara yang cukup meyakinkan.

Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung dua putaran ini diakui kedua belah pihak dan masyarakat telah menguras perhatian, tenaga, dana yang tidak kecil, hingga tensi emosi yang memanas.

Namun, apapun hasil pastinya nanti, masyarakat Jakarta bahkan nasional tentu menginginkan kondisi politik di Ibu Kota kembali normal. Suasana politik yang bergolak di Jakarta, yang bisa berdampak nasional akibat pilkada tentu harus dieliminir dan didinginkan.

Yang harus semua pihak lakukan saat ini ialah merekatkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang sempat tercabik-cabik akibat kepentingan politik sesaat pilkada.

Semua warga Jakarta harus mendapatkan hak mereka untuk hidup dengan aman, nyaman, dan tentu saja sejahtera serta tidak dikotak-kotakan berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Polling

Setujukah Anda pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017 menjadikan suasana kebersamaan tanpa memandang SARA, menghormati perbedaan, dan merekatkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang sempat terkikis akibat proses pilkada, sebagai prioritas langkah politik mereka?

Komentar