Saatnya Pansela

Penulis: Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group Pada: Jumat, 08 Jun 2018, 05:30 WIB podium
Saatnya Pansela

JALUR pantai selatan (pansela) di Pulau Jawa jelas bukan nama baru. Namun, baru musim mudik tahun ini jalur yang disebut lebih eksotis ini dipromosikan secara serius. Ada yang menyebut, jika terus dikembangkan, dengan banyaknya objek wisata pantai, kawasan ini bisa menjadi alternatif mudik yang lebih asyik daripada pantai utara (pantura) yang sudah teramat padat.

Jika pansela menjadi ramai, jelas tak hanya mengurangi beban di jalur pantura, tetapi konektivitas antarawilayah lebih cepat diwujudkan.

Artinya lagi, ekonomi di sepanjang jalur ini mestinya bisa lebih bertumbuh. Karena itu, segala urusan yang berkaitan dengan pansela: perbaikan jalan, rumah makan, penginapan, pengembangan objek wisata, SPBU, tempat peristirahatan (rest area), harus diurus jauh lebih bagus daripada pendahulunya di utara.

Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik tahun ini 22-25 juta orang, tumbuh sekitar 10-12% jika dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 8 juta pemudik menggunakan bus, 8,5 juta dengan sepeda motor, dan 3,7 juta menggunakan mobil pribadi.

Sisanya menggunakan pesawat terbang, kapal laut, dan kereta api yang masing-masing juga mengalami peningkatan. Pansela harus bisa menarik lebih banyak pemudik, terutama pengguna mobil pribadi dan motor. Pansela dengan lebar jalan 5-7 meter dan panjang 1.405 km memang lebih jauh daya tempuhnya jika dibandingkan pantura yang hanya 1.316 km. Selama berpuluh tahun pansela memang kalah pamor Jika dibandingkan pantura.

Pantura yang semula dirintis Gubernur Jenderal Hindia Belanda Maarschalk Herman Willem Daendels disebut juga 'Mas Galak' karena memang teramat kejam, yakni 'Jalan Raya Pos' (Groote Postweg, The Great Post Road) pada 1808. Jalan sepanjang 1.000 km dari Anyer (Banten) - Penarukan (Jawa Timur) dibangun hanya dalam waktu satu tahun.

Pansela melewati 23 kabupaten dari lima provinsi (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur). Cuti yang lebih panjang, yakni tujuh hari kerja (11-20 Juni) dari Lebaran Idul Fitri tahun lalu, mestinya membuat para pemudik di Pulau Jawa bisa menikmati jalan bukan tol ini dengan lebih nyaman.

Presiden Joko Widodo bertekad akan dimaksimalkan pansela, bukan saja untuk mengurangi beban di pantura, tetapi agar juga bertumbuhan ekonomi sepanjang jalur ini.

Bank Indonesia memperkirakan Ramadan/Idul Fitri 2018 kebutuhan uang tunai (outflow) secara nasional meningkat sebesar 15,3% menjadi Rp188,2 triliun jika dibandingkan periode 2017 (Rp163,2 triliun).

Dari jumlah itu sekitar 61,2% (Rp115,5 triliun) uang tunai bakal berputar di Pulau Jawa. Hampir 38,4% transaksi terjadi di Pulau Jawa di luar wilayah Jabodetabek. Wilayah ini bakal menyerap 22,8% dari total Rp188,2 triliun.

Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, ada sedikitnya 13 objek wisata pantai di pansela. Dari 13 tempat itu, antara lain Pantai Geopark dan Pantai Ujung Genteng di ruas Jalan Surade (Sukabumi), Pantai Arafa (Cianjur), Pantai Rancabuaya, Pantai Guha, Pantai Cijayana, Pantai Sayang Heulang (Garut). Pun Pantai Mandasari, Pantai Pangandaran, Pantai Batu Hiu (Pangandaran), dan Pantai Karangtawulan (Tasikmalaya). Selain pantai, pemudik juga bisa menikmati hamparan sawah, perkebunan, dan pegunungan.

Dengan promosi yang lebih gencar --mestinya juga memang benar-benar siap pakai Idul Fitri tahun ini, kawasan pansela mestinya mendapat lebih banyak berkah rupiah jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Mudik tahun ini menjadi tahun uji coba yang mestinya disertai banyak 'sambutan' menarik, khas kreativitas pantai selatan. Kekurangan lampu jalan dan tanda-tanda lalu lintas di beberapa lokasi harus segera dilengkapi, ini berbahaya bagi pemudik di malam hari.

Judul Saatnya Pansela memang untuk mengapresiasi dan memberi dukungan memulai promosi jalur ini. Pemerintah tak boleh lagi menganakemaskan wilayah tertentu dan menganaktirikan yang lain, dalam hal ini pansela. Seluruh wilayah, tentulah juga di luar Pulau Jawa,punya hak yang sama. Perjalanan nyaman dan aman ialah hak seluruh pengguna jalan.

Selamat mudik. Selamat menikmati pansela.***

 

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More